MENU TUTUP

2024 Butuh Pemimpin Berjiwa Negarawan, Megawati dan SBY Harus Dahulukan Kepentingan Masyarakat

Rabu, 29 Juni 2022 | 09:03:27 WIB
2024 Butuh Pemimpin Berjiwa Negarawan, Megawati dan SBY Harus Dahulukan Kepentingan Masyarakat

GENTAONLINE.COM - Pemimpin Indonesia pasca Presiden Joko Widodo diharapkan memiliki jiwa negarawan yang berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia. Salah satu jalannya adalah dengan rekonsiliasi antar elite parpol.

Begitu pandangan dosen politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin saat menjadi pembicara dalam diskusi virtual Teras Politik (Terpol) yang digelar Kantor Berita Politik RMOL bertajuk "Belum Nembak, Sudah Ditolak", Selasa (28/6).

Melihat perkembangan politik belakangan, Ujang memberikan contoh konkret rekonsiliasi dilakukan antara elite PDIP dengan Partai Demokrat.


Menurut Ujang, apa yang disampaikan Hasto tersebut lebih dilatarbelakangi oleh sejarah Pemilu 2004, dimana Megawati sebagai petahana keok oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan kendaraan politik yang dia buat sendiri dan pertama kali ikut Pemilu.

"Saya sih melihatnya ke arah sana," ujar Ujang.

"Tapi masalahnya kita membutuhkan sosok pemimpin yang berjiwa negarawan," sambungnya.

Maka dari itu, Ujag berpandangan langkah rekonsiliasi antar dua parpol tersebut menjadi satu jalan keluar untuk Indonesia yang lebih baik ke depan.

"Artinya siapa pun itu baik Bu Mega, Pak SBY, Pak Jokowi dan semua tokoh-tokoh bangsa harus berjiwa negarawan, itu mengesampingkan kepentingan pribadi dan lebih dahulu mementingkan kepentingan masyarakat," tuturnya.

"Persoalan pribadi tadi, dalam konteks Pilpres 2004 yang lalu harus tutup buku. Mari bersama-sama kita membangun bangsa. Tidak bisa bangsa ini hanya dibangun PDIP, Demokrat, atau hanya oleh parpol yang lain, Golkar atau Gerindra. tapi harus bersama-sama," pungkas Ujang.(rml)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan