MENU TUTUP

Gelar Rapimnas, Partai Demokrat Diprediksi Bakal Tetapkan Capres yang Diusung

Kamis, 15 September 2022 | 09:19:31 WIB
Gelar Rapimnas, Partai Demokrat Diprediksi Bakal Tetapkan Capres yang Diusung

GENTAONLINE.COM - Partai Demokrat akan melaksanakan Rapimnas di Jakarta pada 15-16 September 2022. Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga memprediksi, ada tiga hal yang dibahas dalam rapat Rapimnas tersebut.

"Pertama, menetapkan capres yang akan diusung pada kontestasi Pilpres 2022," kata Jamiluddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/9).

Dia menambahkan, jika melihat arus akar rumput, ada dua kandidat yang menonjol, yaitu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Karena keduanya sama kuat, maka siapa yang menjadi capres dan cawapres tampaknya akan dilihat dari capres yang akan diusung partai yang akan diajak koalisi. 

"Untuk itu, kemungkinan besar partai Demokrat akan mengusung Anies sebagai capres dan AHY sebagai cawapres," ujarnya.

Karena itu, Jamiluddin menyarankan, agar Partai Demokrat sebaiknya mengumumkan capres dan cawapres menjadi satu paket usai Rapimnas. Paket tersebut yang selayaknya didorong ke partai koalisi untuk diusung pada Pilpres 2024.

Selain mengumumkan capres dan cawapres, agenda Rapimnas Partai Demokrat kali ini juga diprediksi dilakukan untuk menentukan koalisi. Dia melihat, belakangan ini, Partai Demokrat lebih intens berkomunikasi dengan Nasdem dan PKS, maka kemungkinan besar akan diputuskan koalisi dengan kedua partai tersebut.

"Kalau Partai Demokrat pada Rapimnas nanti menetapkan koalisi dengan Nasdem dan PKS, maka paket Anies-AHY tampaknya memang sudah dikomunikasi sebelumnya. Karena itu, kemungkinan penolakan terhadap duet Anies-AHY dapat diminimalkan," ungkapnya.

Terakhir, Jamiluddin memprediksi, agenda Rapimnas akan membahas kenaikan harga BBM. Mencermati dari pernyataan elite politik Partai Demokrat belakangan ini, maka Rapimnas diperkirakan akan merekomendasikan penolakan kenaikan harga BBM.

"Kalau Partai Demokrat nantinya menolak kenaikan BBM, maka sebaiknya diikuti dengan solusi. Dengan begitu Partai Demokrat akan menjadi partai solutif bagi rakyat. Hal itu sesuai dengan slogannya, berkoalisi dengan rakyat," ucap mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta tersebut. (rep)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan