MENU TUTUP

MONITORING DAN EVALUASI KEGIATAN PENGAMANAN PEMBANGUNAN STRATEGIS DI KEJAKSAAN TINGGI RIAU

Selasa, 22 November 2022 | 18:49:25 WIB
MONITORING DAN EVALUASI KEGIATAN PENGAMANAN PEMBANGUNAN STRATEGIS DI KEJAKSAAN TINGGI RIAU

Pekan Baru Genta Online Com 

Pada hari Selasa tanggal 22 November 2022 sekira pukul 09.30 WIB s/d selesai bertempat di Aula HM Prasetio Kejaksaan Tinggi Riau, telah dilaksanakan Monitoring dan Evaluasi kegiatan Pengamanan Pembangunan Strategis di Kejaksaan Tinggi Riau.

Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh :

1. Direktur D pada Jamintel Kejaksaan Agung RI Hari Setiyono, SH., MH;

2. Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr. Supardi;

3. Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau Raharjo Budi Kisnanto, SH., MH;

4. Kepala Kejaksaan Negeri Se-Wilayah Riau;

5. Kasi Intelijen dan Kasubsi di bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Se-Wilayah Riau.

Dalam sambutannya Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr. Supardi mengajak kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi kegiatan Pengamanan Pembangunan Strategis dengan serius, agar memahami mekanisme dan dalam pelaksanaan tugas kegiatan Pengamanan Pembangunan Strategis kedepannya tidak timbul permasalahan hukum.

Dalam sambutannya Direktur D pada Jamintel Kejaksaan Agung RI Hari Setiyono, SH., MH menjelaskan tujuan diadakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi kegiatan Pengamanan Pembangunan Strategis untuk memberikan pengetahuan dan evaluasi kinerja dalam pengamanan pembangunan strategis yang ada di Wilayah Hukum Kejaksaan Tinggi Riau supaya kegiatan pembangunan strategis yang lakukan pengawalan oleh Tim dapat selesai tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran. 

Dan selanjutnya Direktur D pada Jamintel Kejaksaan Agung RI Hari Setiyono, SH., MH menjelaskan Tugas dan Wewenang Kejaksaan di bidang Intelijen antara lain melaksanakan kegiatan intelijen penyelidikan, pengamanan dan penggalangan untuk melakukan pencegahan tindak pidana di bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM dilaksanakan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2010 jo Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan Republik Indonesia, Khusus kegiatan pengamanan dalam proses pembangunan yang dilakukan oleh Bidang Intelijen Kejaksaan R.I. dapat diartikan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya tindak pidana yang berkaitan dengan keuangan negara. Pengamanan Pembangunan Strategis merupakan bagian dari peran Intelijen Penegakan Hukum dalam melakukan upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan untuk deteksi dini dan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan terhadap setiap hakikat ancaman yang mungkin timbul dan mengancam kepentingan dan keamanan nasional di bidang pembangunan strategis.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pengamanan Pembangunan Strategis di Kejaksaan Tinggi Riau mengikuti secara ketat protokol kesehatan (prokes).

 

 

Pekanbaru, 22 November 2022

Kasi Penkum Kejati Riau  tutup ( Edy  L. )

 

 

dto

 

 

BAMBANG HERIPURWANTO, SH., MH

Jaksa Madya Nip. 19770807 199703 1 002

 

Editor : Eddy Lelek 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar