MENU TUTUP

Calon Ketua PWI Pusat, Zulmansyah Sowan ke Dahlan Iskan

Selasa, 20 Juni 2023 | 21:29:06 WIB
Calon Ketua PWI Pusat,  Zulmansyah Sowan ke Dahlan Iskan Zulmansyah sowan ke tokoh pers Dahlan Iskan (DI) yang pernah menjadi Ketua PWI Jawa Timur dua periode 1990-1998.

JAKARTA –  GENTAONLINECOM.Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau H Zulmansyah Sekedang mengaku semakin mantap maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum (Ketum) PWI Pusat 2023-2028.

Itu dikatakan Ketua Forum Pemred Jawa Pos Group 2017-2018 itu setelah sowan ke tokoh pers Dahlan Iskan (DI) yang pernah menjadi Ketua PWI Jawa Timur dua periode 1990-1998.

Saat sowan dan silaturrahmi dengan Dahlan Iskan di Capital Residence SCBD Jakarta, Ahad (18/6/2023), Zulmansyah didampingi Ketua Dewan Kehormatan PWI Riau H Helmi Burman, Wakil Ketua Raja Isyam Azwar, Bendahara Oberlin Marbunz dan anggota Penasihat PWI Riau H Novrizon Burman.

"Alhamdulillah. Abah Dahlan Iskan memberi banyak nasihat, masukan dan sekaligus dukungan untuk memimpin PWI Pusat 2023-2028. Saya semakin mantap untuk maju menjadi Ketum PWI Pusat," jelas Zulmansyah, yang pernah menjadi Ketua SPS Cabang Riau saat DI menjabat Ketua Umum SPS Pusat.

Salah satu masukan penting dari DI menurut Zulmansyah adalah, totalitas ketika memimpin organisasi PWI Pusat. "Anda mampu memimpin PWI. Kalau Anda terpilih sebagai Ketum, Anda harus tinggalkan Kota Pekanbaru. Harus tinggal di Jakarta agar sukses," kata Zulmansyah, mengutip kalimat DI.

Zulmansyah yang sudah bergabung di Jawa Pos Group lebih 25 tahun lamanya mengungkapkan, semakin banyak saran, nasihat dan dukungan dari senior-senior di PWI, maka semakin terlihat masalah dan solusi untuk mewujudkan PWI HEBAT.

Mewujudkan PWI HEBAT adalah visi Zulmansyah, yang pernah memimpin media cetak dan media online di Group Jawa Pos di Provinsi Riau, Sumatera Utaraz dan Aceh sekaligus.

Kata HEBAT bukan hanya bermakna perubahan menjadi lebih baik, tetapi juga merupakan sebuah akronim. Huruf H adalah Harmonis, di mana PWI harus menjadi wadah berhimpun dan mempersatukan wartawan serta pengurus lebih erat dan harmonis.

Huruf E adalah ekonomi keluarga wartawan dibantu. Menurut Zulmansyah, di saat dan setelah pandemi Covid 19, banyak sekali wartawan dan keluarganya mengalami masalah secara ekonomi. Itu harus dibantu. PWI harus berbuat atau menyiapkan program untuk membantu anggotanya yang kurang beruntung itu.

Sementara B adalah bargaining power. PWI harus mempunyai daya tawar terhadap stakeholder dan mitra. Sedangkan A adalah Amanah.

''Semua pengurus PWI harus amanah. Dari PWI Pusat, PWI Provinsi sampai PWI Kabupaten/Kota harus taat PD, PRT, KEJ, dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) PWI," sebutnya.

Terakhir, huruf T bermakna tempat silaturahmi, tempat edukasi wartawan, tempat melindungi profesi wartawan berkreasiz dan berinovasi, sekaligus sebagai tempat happy-happy atau bergembira ria.

''Mari kita jadikan PWI sebagai rumah besar wartawan untuk kita bersilaturrahmi, mengedukasi, dan melindungi wartawan. Sekaligus tempat wartawan bergembira-ria di rumah besar dengan jumlah anggota terbanyak di NKRI ini,'' tutup Zulmansyah. ***

Lelek

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar