MENU TUTUP

Dinilai Konyol, DPR RI Cecar Menkumham Soal Kebijakan Bebas Visa dan Overcapacity Lapas

Kamis, 25 Januari 2018 | 17:06:22 WIB
Dinilai Konyol, DPR RI Cecar Menkumham Soal Kebijakan Bebas Visa dan Overcapacity Lapas

GENTAONLINE.COM-Saat rapat kerja dengan Komisi III DPR, Menkumham Yasonna Laoly dicecar soal Perpres Nomor 21/2016 tentang bebas visa kunjungan. Kebijakan bebas visa dinilai tak bisa meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

"Niatnya biar banyak yang datang. Tapi dengan Perpres yang sekarang ini juga nggak ada peningkatan. Kalau dibilang ini kompensasi dari Perpres tapi nggak juga. Kalau kita anggap USD 35 dikorbankan per orang dengan harapannya yang datang makin banyak, tapi nggak juga kan," ujar Anggota Komisi III dari F-PDIP Arteria Dahlan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/1).

Arteria meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan tersebut. "Ini Perpres konyol. Seperti kita negara murah. Ini perlu evaluasi serius," sebutnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III dari F-Gerindra Supratman Andi Agtas menyoroti overcapacity lapas. Menurutnya, pembangunan lapas baru bukan solusi terbaik untuk mengatasi ini. "Sebanyak dan sebagus apa pun lapas yang kita bangun itu nggak akan menyelesaikan masalah. Jadi kalau misal Menkumham dan Dirjen mau membangun lapas itu, penyediaan CCTV yang terintegrasi itu bisa jadi PR utama Dirjen PAS. Itu banyak kejadian yang tidak ada buktinya," sebut Supratman.

Menanggapi hal tersebut, Yasonna setuju akan mengevaluasi kebijakan bebas visa. Namun evaluasi ini harus melibatkan lintas kementerian. "Kami sepakat kalau revisi Perpres No 21 ini dianalisis lagi. Tapi tentu melibatkan beberapa kementerian. Misal Kementerian Pariwisata, Kemnaker, Kemlu duduk bersama untuk melihat hal tersebut," ucap Yasonna.

Terkait overcapacity lapas, Yasonna mengakui masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Menurutnya, perlu ada jalan keluar selain dengan pembangunan lapas secara fisik. "Saya harus sampaikan bahwa memang banyak PR yang harus kita lakukan. Soal over kapasitas ini bukan hanya dalam periode ini kita persoalkan. Usah digelontorkan uang banyak-banyak," kata Yasonna. (dt)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar