MENU TUTUP

Keluarga Korban Pengeroyokan Apresiasi Gerak Cepat Polresta Pekanbaru, Desak Penetapan Tersangka

Kamis, 06 Maret 2025 | 13:52:56 WIB
Keluarga Korban Pengeroyokan Apresiasi Gerak Cepat Polresta Pekanbaru, Desak Penetapan Tersangka

Pekanbaru – GentaOnline, Keluarga korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh lima orang tetangganya sendiri pada 19 Desember 2024 di Jalan Adi Sucipto, Gg. Manggis, mengapresiasi gerak cepat pihak kepolisian dalam menangani laporan yang telah diajukan oleh korban, Mahadanis. Laporan tersebut telah teregister dalam LP/B/1212/XII/2024/SPKT/Polresta Pekanbaru/Polda Riau.

Putri korban, Desi Novita, menyampaikan terima kasih kepada Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., serta Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra, S.I.K., M.H., yang telah menunjukkan profesionalisme dalam penanganan kasus ini.

Meskipun penyelidikan telah berlangsung dengan cepat, Desi Novita berharap agar penyidik segera menetapkan para terduga pelaku sebagai tersangka dan mengambil langkah hukum tegas.

"Kami mewakili keluarga besar berharap para terduga pelaku segera ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Mereka diduga telah melakukan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang secara bersama-sama di muka umum," ujar Desi.

Pasal 170 KUHP sendiri menyebutkan bahwa tindakan pengeroyokan yang menyebabkan luka berat atau kematian dapat dikenai hukuman maksimal 12 tahun penjara. Jika hanya mengakibatkan luka ringan, hukuman maksimalnya adalah 5 tahun 6 bulan.

Desi menegaskan bahwa pemanggilan kedua terhadap para terduga pelaku merupakan bukti konkret bahwa Polresta Pekanbaru berkomitmen dalam menegakkan hukum secara adil.

"Kami yakin bahwa Polresta Pekanbaru akan menindaklanjuti kasus ini dengan tegas. Namun, kami tetap akan mengawal proses hukum hingga para terduga pelaku benar-benar ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Sampai saat ini, mereka masih berkeliaran di sekitar lingkungan tempat tinggal, yang semakin membuat ibu kami merasa tidak aman," tambah Desi.

Selain itu, keluarga korban juga meminta perhatian dari Ketua Rumah Perempuan dan Anak Provinsi Riau, Utari Nelviandi, M.H., agar kejadian ini menjadi perhatian khusus, mengingat Mahadanis mengalami trauma mendalam akibat insiden pengeroyokan tersebut.

"Kami berharap ada pendampingan bagi ibu kami, karena kejadian ini bukan hanya kekerasan fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologisnya," tutup Desi.

Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat dugaan tindak kekerasan yang dilakukan secara berkelompok terhadap seorang perempuan yang telah berusia lanjut. Masyarakat berharap kepolisian dapat menegakkan keadilan secepatnya agar kasus serupa tidak terjadi lagi di lingkungan sekitar. (lelek)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan