MENU TUTUP

Menjadi Relawan Adalah Panggilan Jiwa: Semangat Kemanusiaan Menggema dari Kampus Universitas Pahlawan

Kamis, 24 April 2025 | 21:04:28 WIB
Menjadi Relawan Adalah Panggilan Jiwa: Semangat Kemanusiaan Menggema dari Kampus Universitas Pahlawan

BANGKINANG – Di bawah langit Kampar yang teduh, semangat kemanusiaan tumbuh dari barisan mahasiswa muda. Kamis (24/4/2025) lalu, suasana di Kampus Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai berbeda dari biasanya. Ratusan mahasiswa berkumpul bukan untuk ujian atau seminar, melainkan untuk sebuah tujuan yang lebih besar: menjadi relawan kemanusiaan.

Mereka adalah peserta Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Universitas Pahlawan. Bukan sekadar pelatihan, kegiatan ini adalah panggilan nurani, tempat nilai-nilai kemanusiaan ditanam dan dikokohkan.

Dalam kegiatan itu hadir Kak Mareno, Kepala Markas PMI Provinsi Riau, yang menyampaikan pesan mendalam tentang arti menjadi relawan. “Menjadi relawan bukan tentang seragam atau seremonial. Ini tentang keberanian untuk hadir di tengah masyarakat, bahkan saat semua orang menjauh,” ujarnya.

Namun momen yang paling membekas datang dari sosok Ramli, S.Kom, Anggota DPRD Kampar yang hadir mewakili Ketua PMI Kabupaten Kampar, H. Hendri. Dengan gaya bicara yang hangat namun tegas, Ramli mengajak para peserta untuk menumbuhkan empati sejak dini.

“Kita tidak sedang melatih fisik semata. Kita sedang membangun jiwa-jiwa yang siap berdiri paling depan saat masyarakat membutuhkan. Kalian adalah harapan baru,” katanya di hadapan para peserta yang menyimak dengan mata berbinar.

Ia pun mengingatkan bahwa dunia hari ini membutuhkan lebih banyak orang yang mau peduli. Dari bencana yang kian sering, hingga masalah sosial seperti stunting dan kekurangan darah, semuanya memerlukan kehadiran relawan yang tak hanya kuat fisik, tapi juga ikhlas hati.

Di sisi lain, Ns. Neneng Fitria Ningsih, perwakilan Universitas Pahlawan, menekankan pentingnya peran kampus dalam menumbuhkan jiwa sosial mahasiswa. “Kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan kalian. Jadilah lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli,” ujarnya.

Diklatsar ini akan berlangsung selama beberapa hari, mengasah keterampilan, kepekaan sosial, dan daya tahan peserta. Namun lebih dari itu, ia juga menjadi ruang lahirnya generasi baru yang tak takut untuk melayani tanpa pamrih.

Di tengah dunia yang sering kali bising oleh ego dan kepentingan pribadi, mahasiswa Universitas Pahlawan hari ini membuktikan bahwa kemanusiaan belum padam. Mereka sedang meniti jalan sunyi para relawan—jalan yang tak selalu dipuji, tapi selalu berarti. (lelek)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar