MENU TUTUP

Mayoritas Gen Z Tak Puas Kinerja Selama 3 Tahun Syamsuar-Edi Natar

Senin, 21 Februari 2022 | 09:22:21 WIB
Mayoritas Gen Z Tak Puas Kinerja Selama 3 Tahun Syamsuar-Edi Natar

GENTAONLINE.COM - Lembaga independen Jaring Aspirasi Masyarakat melakukan survei tentang kinerja Syamsuar-Edi Natar selama 3 tahun memimpin. Survei itu ditujukan untuk bakal pemilih Pemilu 2024 pada Gen Z.

Survei yang dilakukan pada 12-18 Februari 2022 itu ditanggapi oleh 528 dari 10 perguruan tinggi di Riau. Gen Z yang dimaksud adalah orang dengan kelahiran 1996-2010.

 

Salah satu peneliti Jaring Aspirasi Masyarakat, Adlin mengatakan survei dilakukan dengan menyampaikan delapan pertanyaan mengenai 3 tahun kinerja Syamsuar-Edi. Tambahnya, survei tersebut dilakukan dengan cara mengisi kuisioner.

"Dari delapan pertanyaan, ditemukan empat bidang paling tidak memuaskan dalam kinerja Syamsuar-Edi selama 3 tahun," terangnya kepada wartawan, Sabtu, 20 Februari 2022.

Adlin menyampaikan keempat bidang itu antara lain Penyedia Lapangan Kerja paling tidak memuaskan dengan persentase 22 persen. Selanjutnya untuk Penyelenggara Pemerintahan yang Bersih dan Bebas KKN 21 persen, Peningkatan Ekonomi Kerakyatan dan Penanggulangan Kemiskinan 20 persen, dan Pemerataan Pembangunan 14 persen.

 

"Sedangkan untuk yang paling jauh dari ketidakpuasan Gen Z adalah di bidang Pembangunan Keagamaan 2 persen dan Pembangunan Wisata dan Budaya 4 persen. Bahkan untuk Pendidikan Berkualitas di kalangan Gen Z yang merupakan mahasiswa juga tidak puas dengan 11 persen," jelas Adlin

Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Riau (Unri) itu menyampaikan hasil penelitiannya berupa tidak puas 45 persen dan sangat tidak puas 8 persen.

"Dengan begitu, total tidak puas kinerja Syamsuar-Edi selama 3 tahun memimpin yakni mayoritas tidak puas dengan persentase 53 persen," jelasnya.

Selain itu, peneliti lainnya, Rizky Setiawan menyampaikan survei dilakukan kepada mahasiswa karena mayoritas pemilih pada Pemilu 2024 adalah Gen Z. Lagi, katanya, keterbatasan penelitian membuat pihaknya hanya melakukan survei kepada mahasiswa.

"Karena mahasiswa juga punya peran penting secara historis di Indonesia. Karena mereka agent of change, memiliki ide dan gagasan. Di Riau pemilih milenial sangat besar," katanya.

"Kami independen dan ilmiah, makanya kami berbicara data. Sehingga kami juga menyampaikan secara objektif. Kekuasaan itu harus inovasi dan kolaborasi," pungkasnya.(roc)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan