MENU TUTUP

YASPI Akan Surati Polres Kampar dan Laporkan ke Paminal Polda Riau dan Divpropam Polri, Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Anak

Kamis, 19 Juni 2025 | 21:15:19 WIB
YASPI Akan Surati Polres Kampar dan Laporkan ke Paminal Polda Riau dan Divpropam Polri, Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Anak Mapolres Kampar

Kampar — Yayasan Selamatkan Anak & Perempuan Indonesia (YASPI) menyatakan akan segera menyurati Polres Kampar terkait dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Kampar, Riau. Dugaan kuat pelaku berinisial AM, warga Desa Ranah, telah melakukan tindakan bejat terhadap anak perempuan berusia 12 tahun. Informasi yang diterima YASPI menyebutkan jumlah korban kemungkinan mencapai tiga orang anak.

Pendiri YASPI, Zulkifli, S.H., M.H., mengatakan pihaknya merasa prihatin atas belum adanya tindakan hukum dari pihak kepolisian terhadap terduga pelaku meski laporan disebut telah disampaikan. Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan mengirimkan surat resmi kepada Kapolres Kampar, Kasat Reskrim, serta penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), guna meminta klarifikasi sekaligus mendesak percepatan penanganan kasus.

Zulkifli menegaskan, apabila tidak ada perkembangan penanganan yang transparan dan profesional, pihaknya akan mengambil langkah lebih lanjut dengan melaporkan kinerja penyidik kepada Paminal Polda Riau serta meneruskan tembusan laporan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri di Jakarta. 

Menurutnya, kasus yang melibatkan anak-anak sebagai korban seharusnya menjadi prioritas utama aparat penegak hukum.

Langkah ini, lanjutnya, didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku, antara lain Pasal 76E juncto Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau eksploitasi seksual terhadap anak, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. 

Selain itu, merujuk pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Pasal 13 huruf a, tugas Polri adalah menegakkan hukum dan memberikan perlindungan kepada masyarakat, termasuk anak-anak sebagai kelompok rentan.

Zulkifli juga menyinggung Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri yang mewajibkan anggota kepolisian untuk bertindak profesional, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan tugas. Ia berharap laporan masyarakat tidak diabaikan dan korban mendapatkan keadilan hukum secara layak. 

"Kami akan pantau terus, dan kami harap aparat di Polres Kampar bekerja dengan hati nurani, sesuai prosedur hukum dan perlindungan anak yang telah diatur negara," ujarnya. (rls)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan