MENU TUTUP

H-7 Jelang Pemilu 2019, KPU Riau: Tidak Ada Penderita Gangguan Jiwa Masuk DPT

Rabu, 10 April 2019 | 16:19:09 WIB
H-7 Jelang Pemilu 2019, KPU Riau: Tidak Ada Penderita Gangguan Jiwa Masuk DPT Ketua KPU Riau Ilham Yasir

GENTAONLINE.COM-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau menegaskan bahwa di Pemilu serentak 2019 ini, tidak ada penderita gangguan jiwa yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) di provinsi Riau. Demikian disampaikan Ketua KPU Riau Ilham Yasir, Rabu (10/4) di Pekanbaru.

"Tidak ada penderita gangguan jiwa masuk DPT, yang masuk adalah tunagrahita," sebut Ilham.

Ilham memaparkan, bahwa selama ini masyarakat sering kali keliru dalam membedakan antara penderita gangguan jiwa dengan tunagrahita. "Tunagrahita berbeda dengan orang yang memiliki penyakit gangguan jiwa parah. Tunagrahita merupakan orang yang menderita disabilitas mental sejak lahir dan masih memiliki tingkat kecerdasan walaupun memang sangat rendah," terangnya.

Sedangkan penderita gangguan jiwa parah atau yang sering disebut sebagai orang gila merupakan orang yang bahkan tidak mampu untuk mengenali dirinya sendiri.
"Tunagrahita bukan gangguan jiwa. Sebab, tunagrahita itu penyandang disabilitas mental sejak lahir. Dan mereka berhak dan punya hak pilih dalam Pemilu. KPU juga sangat menghormati penyandang disabilitas. Di Riau ada penderita tunagrahita yang masuk DPT dan dikategorikan penyandang disabilitas, dan kami kawal," imbuh Ilham.

Ilham menjelaskan, di Pemilu serentak 2019 jumlah penyandang disabilitas di Riau yang masuk dalam DPT sebanyak 4.995 orang. Adapun 4.995 orang penyandang disabilitas ini terdiri dari tunadaksa 1.292 orang, tunanetra 832 orang, tuna rungu 1.146 orang, tunagrahita 888 orang dan disabilitas lainnya 837 orang.

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat