MENU TUTUP

Kejari Pekanbaru Siap Bongkar Dugaan Permainan Kotor di BPN Pekanbaru

Ahad, 28 September 2025 | 14:19:02 WIB
Kejari Pekanbaru Siap Bongkar Dugaan Permainan Kotor di BPN Pekanbaru

Pekanbaru – Dugaan adanya praktik permainan kotor dalam pengurusan sertifikat tanah di Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Pekanbaru mencuat. Kasus ini mendapat perhatian serius aparat penegak hukum.

“Kami siap menerima laporan masyarakat terkait persoalan pengurusan sertifikat tanah di Pekanbaru. Jika ada indikasi tindak pidana atau gratifikasi, akan ditindaklanjuti,” ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Pekanbaru, Effendy Zarkasyi SH, MH, mewakili Kajari Pekanbaru Dr. Silpia Rosalina, Jumat lalu.

Kasus ini berawal dari permohonan sertifikat tanah milik PT Bangun Anugerah Mandiri seluas 33.750 meter persegi di Jalan Sipisopiso, Kelurahan Pebatuan, Kecamatan Kulim. Wakil Sembiring, warga Berastagi, Sumatera Utara, sudah mengurus peningkatan surat tanah dari SKGR ke sertifikat sejak Juni 2024. Namun hingga kini, permohonan tak kunjung rampung, meski biaya pengukuran Rp 4,1 juta telah disetor ke Kantor BPN.

Pihak BPN Pekanbaru beralasan, lahan yang dimohonkan berbenturan dengan perluasan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Panca Belia. Namun, klaim tersebut dipertanyakan banyak pihak. Ketua RT, lurah, dan camat setempat telah menandatangani surat keterangan bahwa tanah tersebut sah milik pemohon dan tidak tumpang tindih dengan lahan lain.

“Dasar hukum klaim perluasan HGB itu apa? Lahan masyarakat jelas, diakui pemerintah setempat, tapi BPN malah menyatakan terbentur,” kata Sumihar Marbun SH, MS, ahli hukum perdata di Pekanbaru.

Seorang sumber internal BPN menuturkan ada dugaan oknum pegawai “bermain dua kaki” dalam kasus ini. Istilah perluasan HGB, kata sumber itu, hanya alasan untuk melindungi kepentingan perusahaan tertentu. “Luas HGB jelas terukur, tidak bisa ditambah semaunya,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Muji Burochman SH, MSi, Kepala Kantor ATR/BPN Pekanbaru, belum memberikan keterangan meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp. Pesan terkirim dan terbaca, namun tidak direspons. (lelek)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat