MENU TUTUP

Enam Mobil Polres Kuansing Dirusak dan Satu Wartawan Terluka Saat Razia PETI Ilegal di Kuansing, Ketua LSM PKA-PPD RIAU Taufik Angkat Bicara

Rabu, 08 Oktober 2025 | 14:59:33 WIB
Enam Mobil Polres Kuansing Dirusak dan Satu Wartawan Terluka Saat Razia PETI Ilegal di Kuansing, Ketua LSM PKA-PPD RIAU Taufik Angkat Bicara Ketua Divisi Investigasi dan Observasi LSM Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintah Pusat dan Daerah (PKA-PPD) Riau, Taufik Hidayat

RIAU — Aksi penertiban praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Pulau Bayur, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Selasa (7/10/2025) sekitar pukul 14.00 WIB, berakhir ricuh dan mencekam.
Rombongan yang dipimpin langsung Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat bersama sejumlah awak media, diserang oleh sekelompok preman yang diduga kuat menjadi backing aktivitas tambang ilegal.

Dalam insiden tersebut, enam mobil dinas Polres Kuansing dirusak, termasuk mobil dinas Kapolres, sementara seorang wartawan lokal, Ayub Kelana, mengalami luka serius akibat pengeroyokan brutal.

Ayub, yang tengah meliput jalannya razia, menceritakan detik-detik dirinya diserang oleh sekelompok pelaku.

"Saya sedang meliput kegiatan penertiban PETI yang dipimpin langsung Pak Kapolres Kuansing. Tiba-tiba ada salah satu oknum preman yang saya kenal, memprovokasi massa untuk menyerang saya,” ujar Ayub kepada awak media.

Akibat serangan itu, Ayub mengalami luka di bagian wajah dan harus mendapat perawatan medis di puskesmas terdekat. Ia menegaskan akan melaporkan peristiwa tersebut secara resmi kepada pihak berwajib.

“Ini sudah anarkis dan tidak boleh dibiarkan. Saya akan buat laporan resmi agar pelaku ditindak,” tegasnya.

Kerusakan terhadap kendaraan dinas kepolisian menjadi bukti nyata kuatnya perlawanan dari jaringan tambang ilegal di wilayah tersebut. Insiden ini juga menjadi peringatan keras terhadap ancaman kebebasan pers dan keselamatan aparat penegak hukum di lapangan.

Menanggapi peristiwa itu, Ketua Divisi Investigasi dan Observasi LSM Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintah Pusat dan Daerah (PKA-PPD) Riau, Taufik Hidayat, menyampaikan keprihatinan mendalam dan mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk turun tangan secara tegas.

“Kasihan ucapan Bapak Kapolri di publik, karena di Provinsi Riau ini masih banyak kegiatan ilegal, seperti PETI di Kuansing. Mobil Kapolres saja sampai dihancurkan,” ujar Taufik.

Ia juga menilai bahwa aksi para pelaku menunjukkan lemahnya penegakan hukum di daerah.

“Seolah-olah mafia ilegal lebih kuat dari penegak hukum. Sedih rasanya melihat mobil Kapolres dan mobil dinas Polri dirusak begitu saja,” tambahnya.

Taufik menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah Kapolri untuk menertibkan seluruh kegiatan ilegal di Riau, termasuk tambang emas ilegal, pembalakan liar (illegal logging), dan perjudian.

“Kami yakin Bapak Kapolri orang yang komitmen dan tegas. Tapi fakta di lapangan, praktik ilegal masih marak. Kami minta hentikan semua bentuk kegiatan ilegal di Riau,” tutup Taufik dengan nada tegas.

Penulis: Tim GentaOnline 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat