MENU TUTUP

PEKAT IB Riau Ingatkan Mahasiswa Tak Jadi Alat Politik, Sutan Tegaskan Dukungan untuk Pemerintahan Ahmad Yuzar

Ahad, 02 November 2025 | 10:04:35 WIB
PEKAT IB Riau Ingatkan Mahasiswa Tak Jadi Alat Politik, Sutan Tegaskan Dukungan untuk Pemerintahan Ahmad Yuzar Sekretaris Wilayah PEKAT IB (Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu) Provinsi Riau sekaligus Plt Ketua DPD Kampar, Sutan ATT

Bangkinang— Sekretaris Wilayah PEKAT IB (Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu) Provinsi Riau sekaligus Plt Ketua DPD Kampar, Sutan ATT IV, mengingatkan agar aksi demonstrasi yang direncanakan Forum Pemuda Mahasiswa Kampar-Riau (FPMK-RIAU) pada Senin (3/11) tidak berubah arah menjadi gerakan politik yang ditunggangi kepentingan elite tertentu.

Dalam pernyataannya kepada media, Sutan menilai gerakan mahasiswa seharusnya tetap berada di jalur moral dan idealisme, bukan menjadi alat tekanan pihak yang kecewa terhadap kebijakan Bupati Kampar Ahmad Yuzar.

“Kami menghargai semangat mahasiswa dalam mengkritisi kebijakan publik, tapi kalau ada intervensi dari pihak-pihak yang sedang kehilangan posisi, maka itu sudah keluar dari nilai perjuangan moral,” kata Sutan ATT IV, Sabtu (1/11).

Sutan juga menyoroti munculnya dugaan bahwa Sekda Kampar Hambali ikut berperan dalam mendorong aksi tersebut. Ia menilai hal itu, jika benar terjadi, merupakan pelanggaran terhadap prinsip netralitas aparatur sipil negara.

“Sekda itu pejabat birokrasi, bukan pemain politik. Kalau terbukti ikut menggerakkan massa untuk menekan kepala daerah, itu sudah mencederai etika jabatan,” ujarnya.

Menurut Sutan, Bupati Ahmad Yuzar saat ini justru tengah berupaya menata ulang sistem pemerintahan agar lebih transparan dan efisien.

“Pak Ahmad Yuzar sedang membenahi struktur birokrasi, melakukan efisiensi anggaran, dan menegakkan aturan. Wajar jika ada pihak yang merasa terganggu karena zona nyamannya terusik,” tambahnya.

Sutan juga mengingatkan agar pihak-pihak eksternal seperti kontraktor atau kelompok kepentingan tidak ikut memperkeruh suasana dengan mendanai atau menunggangi aksi mahasiswa.

“Mahasiswa bukan alat proyek. Kalau ada yang mencoba memanfaatkan mereka demi kepentingan bisnis atau politik, kami dari PEKAT IB siap membuka fakta dan turun langsung ke lapangan,” tegasnya.

Ia menegaskan, PEKAT IB Riau akan terus mengawal jalannya pemerintahan Ahmad Yuzar yang sah dan menjaga stabilitas politik di Kabupaten Kampar.

“Kritik boleh, tapi dengan cara konstruktif dan data yang jelas. Kami siap berdiri di depan untuk memastikan demokrasi berjalan tanpa manipulasi,” tutup Sutan.

PEKAT IB Riau juga memastikan siap turun jika kondisi politik di Kampar memanas, dengan komitmen menjaga ketertiban, marwah demokrasi, serta mendukung agenda reformasi birokrasi yang tengah dijalankan Bupati Ahmad Yuzar. (rls)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat