MENU TUTUP

Satgas adat kenegerian kampa minta presiden sita semua aset PT Tasma Puja yang merugikan masyarakat dan negara selama puluhan tahun

Ahad, 27 Oktober 2024 | 20:11:01 WIB
Satgas adat kenegerian kampa minta presiden sita semua aset PT Tasma Puja yang merugikan masyarakat dan negara selama puluhan tahun

Kampar-Satgas adat kenegerian kampa (SAKK) minta presiden sita semua aset pt tasma puja yang merugikan masyarakat dan negara selama puluhan tahun.

Ketua satgas pebriyan winaldi mengatakan kekecewaan terhadap perusahaan tasma puja yang selalu mengeksploitasi kekayaan sumber daya alam kenegerian kampa tanpa melibatkan serta memberikan dampak yang baik terhadap masyarakat. 

Kami tidak akan membiarkan 1 rupiah pun dirampok dari rakyat sesuai dengan apa yang disampaikan pak Prabowo dalam orasi perdana nya. 

Sebelumnya pada Jumat, 25 Oktober 2024 satgas ada kenegerian kampa sudah melakukan audiensi dengan pihak perusahaan dan dihadiri oleh camat kampa Rahmad fajri serta dari dinas dan kementrian dan memberikan beberapa kesimpulan 

1. HGU PT Tasma puja berdasarkan keterangan BPN Provinsi Riau adalah seluas 2981 Hektare

2. Dari dinas perindustrian dan tenaga kerja kabupaten kampar berdasarkan perda no 5 tahun 2009 bahwasanya perusahaan harus menyerap tenaga lokal 40% dan 60% non lokal.

3. PT tasma puja sudah menyampaikan laporannya berdasarkan UU Republik Indonesia no 7 tahun 1981

4. Menurut satgas adat kenegerian kampa pelaksanaan CSR dari PT Tasma puja belum mencapai tahan kewajaran dan kepatutan. Dan pt tasma puna kedepannya akan melibatkan ninik mamak kenegerian kampa dan pemerintah setempat

5. Menurut satgas adat kenegerian kampa adanya dugaan penyerobotan lahan kelompok tani seluas kurang lebih 200 hektare

6. Menurut satgas adat kenegerian kampa adanya dugaan penggunaan tanah hak ulayat tanpa sepengetahuan dan izin dari pihak ninik mamak kenegerian kampa

7. Permintaan dari satgas dan masyarakat agar PT tasma puja mengeluarkan HGU sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku

Jika terbukti ada pelanggaran yang terjadi saya minta atr,lhk,disnaker,camat dan pihak" terkait silahkan lakukan eksekusi pada  perusahaan, urusan legalitas jangan coba main",ini akan menyangkut hidup masyarakat 35th yg akan datang tegas pebri

Sudah puluhan tahun mereka pake tanah negara dan ulayat nenek mamak kenegerian kampar tapi sama sekali tidak ada kontri busi nya. Sehingga siapa yang main main dan menerima suap akan kita buktikan.

Seluruh tuntutan kami yang kemudian dijawab oleh tasma puja itu ngaur dan kami sekali lagi tidak mendapatkan kepastian. Lanjut pebri 

Jika keresahan kami ini tidak di pertanggung jawabkan perusahaan, maka kami dari satgas kenegerian kampa siap untuk demo di perusahaan tasma puja untuk memberhentikan perusahaan nya sebelum rakyat dan negara banyak di rugikan”tutup pebri. (Rls)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat