MENU TUTUP

Anto Sontang Kades Terbaik Difitnah oleh Oknum LSM

Jumat, 21 November 2025 | 17:29:37 WIB
Anto Sontang Kades Terbaik Difitnah oleh Oknum LSM

ROKAN HULU – Koordinator Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (GERBRAK) Riau, Muhajirin Siringo Ringo, menyayangkan laporan dugaan pungutan liar (pungli) yang dilayangkan LSM AMATIR kepada Polda Riau terhadap Kepala Desa Sontang, Zulfahrianto atau Anto Sontang. Ia menilai laporan tersebut dibuat tergesa-gesa tanpa proses klarifikasi dan dapat merusak nama baik seseorang yang selama ini dikenal berintegritas.

Muhajirin menyebut tindakan LSM tersebut tidak profesional karena langsung membuat laporan tanpa meminta penjelasan dari pihak yang dituduh. Menurutnya, sikap seperti itu hanya memunculkan kegaduhan dan persepsi keliru di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa tuduhan pungli terhadap Kades Sontang sangat tidak berdasar dan bertentangan dengan rekam jejak Anto selama menjabat sebagai kepala desa.

Muhajirin yang mengaku mengenal dekat sosok Anto Sontang mengatakan bahwa kepala desa itu adalah figur pekerja keras dan berkomitmen membangun kampungnya. Ia bahkan menyebut banyak pembangunan di Sontang yang didorong oleh uang pribadi Anto, termasuk kegiatan sosial yang selama ini dirasakan warga.

Ia menegaskan bahwa apa yang dilaporkan LSM AMATIR telah dipelintir dan jauh dari fakta lapangan. Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan yang menjadi bahan laporan bukan pungli, melainkan hasil kesepakatan resmi antara perusahaan dan pemerintah desa menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Menurutnya, hal itu disepakati bersama dan diketahui masyarakat.

Dukungan kepada Anto Sontang juga datang dari warga. Romi, warga Desa Sontang, menilai laporan tersebut tidak masuk akal dan merugikan masyarakat. Ia mengatakan bahwa selama ini Anto adalah orang yang selalu hadir ketika warga membutuhkan bantuan, baik dalam urusan pembangunan maupun kegiatan sosial. Romi menegaskan masyarakat sangat kecewa dengan laporan yang tidak melalui klarifikasi tersebut.

Menurut Romi, masyarakat Sontang justru merasakan manfaat dari kepemimpinan Anto. Ia menilai bahwa kepala desa mereka bekerja dengan transparan, tidak pernah mengambil keuntungan pribadi, dan selalu membuka ruang komunikasi dengan warga. Karena itu, tuduhan pungli dianggap sebagai fitnah dan upaya mencoreng nama baik seorang pemimpin yang dicintai masyarakat.

Muhajirin berharap pihak-pihak yang ingin melakukan pengawasan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan tidak menjadikan laporan sebagai alat untuk menjatuhkan seseorang. Ia meminta agar semua tindakan pelaporan dilakukan secara profesional, obyektif, dan melalui mekanisme klarifikasi yang berimbang, sehingga tidak menimbulkan fitnah atau keresahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, tindakan oknum LSM yang langsung membuat laporan tanpa verifikasi dapat merusak kepercayaan publik terhadap fungsi kontrol sosial itu sendiri. Ia memastikan GERBRAK Riau akan terus mengawal persoalan ini dan membela setiap warga atau pejabat yang menjadi korban fitnah.

Masyarakat Sontang, melalui berbagai tokoh dan pemuda, menyatakan tetap mendukung Anto Sontang dan menilai laporan LSM AMATIR sebagai tindakan yang tidak berdasar. Mereka berharap persoalan ini segera diluruskan agar pembangunan desa tidak terganggu oleh isu yang tidak benar. (rls)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat