MENU TUTUP

Posko KSB Dibakar, Ratusan Orang Diduga Lakukan Penyerangan Brutal di Rohil

Jumat, 26 Desember 2025 | 07:28:49 WIB
Posko KSB Dibakar, Ratusan Orang Diduga Lakukan Penyerangan Brutal di Rohil

ROKAN HILIR – Aksi kekerasan massal terjadi di Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (18/12/2025) pagi. Sekitar pukul 10.00 WIB, kurang lebih 300 orang yang diduga merupakan anggota Torganda bersama sejumlah orang bayaran melakukan penyerangan terhadap anggota Koperasi Sejahtera Bersama (KSB).

Penyerangan tersebut berlangsung brutal dan menyebabkan kerusakan parah. Seluruh barak posko dan area kem KSB dibakar hingga rata dengan tanah. Tak hanya itu, satu unit mobil Carry milik KSB ikut dibakar, sementara satu unit mobil Mazda dirusak dan dimasukkan ke dalam bekoan.

Akibat aksi kekerasan itu, beberapa anggota KSB mengalami luka fisik. Korban dilaporkan mengalami pemukulan hingga mengalami luka di bagian kepala yang mengeluarkan darah. Hingga siang hari, para korban masih menjalani perawatan akibat insiden tersebut.

Ketua KSB, Antan, bersama pengurus KSB lainnya, Saut Sitompul dan Sopiyan Tanjung, mengecam keras aksi penyerangan tersebut. Mereka mendesak aparat penegak hukum (APH), mulai dari Kapolda Riau, Kapolres Rokan Hilir, hingga Kapolsek setempat, untuk segera bertindak tegas.

“Kami meminta para pelaku segera ditangkap. Ini tindakan kriminal brutal, dilakukan secara sengaja dan terorganisir. Jangan ada pembiaran,” tegas Antan.

Menurut pengurus KSB, kerugian akibat pembakaran dan perusakan tersebut sangat besar, baik secara materiil maupun fisik. Mereka menilai tindakan itu bukan sekadar konflik biasa, melainkan tindak pidana serius yang mengancam keselamatan jiwa.

Secara hukum, para pelaku berpotensi dijerat sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Di antaranya Pasal 170 KUHP terkait kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan luka, Pasal 187 KUHP tentang pembakaran barang milik orang lain, serta Pasal 192 KUHP terkait perusakan harta benda.

Selain ancaman pidana penjara, para pelaku juga dapat dimintai pertanggungjawaban ganti rugi atas kerusakan fasilitas dan biaya pengobatan korban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah pelaku yang telah diamankan maupun langkah penanganan lanjutan atas insiden tersebut. (tim)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat