MENU TUTUP

Imam Istiqlal: Inti Al-Qur'an adalah Cinta

Selasa, 11 September 2018 | 00:06:26 WIB
Imam Istiqlal: Inti Al-Qur'an adalah Cinta

GENTAONLINE.COM-Konferensi Nasional ke-IV Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia baru saja digelar di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara pada 5-8 September 2018. Imam Masjid Istiqlal, Prof Nasaruddin Umar yang menjadi salah satu narasumber dalam konferensi tersebut menjelaskan tentang inti Alquran.

 

Prof Nasaruddin mengatakan, sebagai umat beragama mesti lebih menekankan titik temunya daripada melihat perbedaan. Ia mengajak umat untuk menekankan aspek sentripetal daripada sentrifugal.

 

"Sentripetal itu menuju titik pusat, sementara berlawanan dengan sentrifugal. Nah setiap kitab suci agama memiliki substansi yang sama yaitu untuk mengangkat martabat umatnya masing-masing," kata Prof. Nasaruddin, Ahad (9/9).

 

Ia menerangkan, dalam Islam Alquran sangat penting, terdapat 6.666 ayat, 144 surat dan 30 juz di dalam Alquran. Rasulullah mengatakan kesimpulan Alquran ada pada Surat Al-Fatihah yang terdiri dari tujuh ayat. Surat tersebut kesimpulannya ada pada ayat pertama, yakni bismillahirrohmanirrohim.

 

Kalau bismillahirrohmanirrohim diambil intinya lagi, ada dua kata terakhir yakni ar-rahman dan ar-rohim artinya Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dua kata ini adalah kesimpulan dari satu akar kata rahimah atau cinta.

 

"Jadi dari 6.666 ayat kalau kita jadikan satu kata kesimpulannya adalah cinta, tidak boleh seseorang mengatasnamakan Quran kalau mengumbar kebencian, yang paling sah mengatasnamakan Quran adalah menyerukan kecintaan, cinta," ujarnya. Prof. Nasaruddin menyampaikan, inti Alquran adalah cinta.

 

Surah Al-Fatihah adalah inti Alquran dan inti seluruh kitab suci sebelumnya. Makanya dikenal sebagai ummul kitab atau induk dari semua kitab yang menebarkan cinta. Jadi atas nama apapun, untuk siapapun, kepada siapapun, tidak ada kata kekerasan dalam Islam. Ia menegaskan, tidak tepat jika ada orang mengumbar kebencian atas nama Islam dan Alquran.

 

Jika cinta dan ketulusan berpadu jadi satu dalam diri seseorang maka semua akan indah. Akan jadi sebuah lukisan yang indah kalau semua orang menerapkannya. Dibingkai dalam bhineka tunggal ika.

 

"Kalau putih polos tanpa keberagaman itu bukan lukisan, makanya perbedaan ini harus disyukuri bukan diratapi, tantangan umat beragama ke depan bagaimana menjadi pengayom umat masing-masing," ujarnya.

 

Dia mengingatkan, kalau pimpinan umat mencontohkan yang buruk atau menjadi provokatif, itu bukan contoh tokoh yang baik. Semua nabi menyerukan perdamaian, jangan mengumbar kebencian satu sama lain.(rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar