MENU TUTUP

Produk Pertanian dan Pupuk Oversupply, Pakar Ekonomi Wanti-wanti Pemerintah Tidak Agresif Ekspor

Selasa, 02 Agustus 2022 | 10:30:36 WIB
Produk Pertanian dan Pupuk Oversupply, Pakar Ekonomi Wanti-wanti Pemerintah Tidak Agresif Ekspor

GENTAONLINE.COM - Stok komoditas Indonesia, terutama di sektor agrikultur, saat ini dalam kondisi aman. Bahkan stok dalam kondisi berlebih alias oversupply.

Namun demikian, Direktur Eksekutif Next Policy, Fithra Faisal Hastiadi, meminta pemerintah tidak merespons kondisi ini dengan meningkatkan ekspor. Meski input produksi banyak negara maju sedang mengalami penurunan.

"Karena selama pemulihan Covid-19 dari sisi input produksi negara-negara besar tidak hanya Jepang itu mengalami kelangkaan. Sementara di Indonesia kita oversupply


Padahal, kata Fithra, mereka membutuhkan pasokan komoditas untuk pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi. Hal itu kemudian memunculkan wacana menggenjot ekspor.

"Jadi sektor pertanian kita oversupply, kemudian pupuk kita juga oversupply. Bahkan ada keinginan untuk ekspor ke Afrika dan Amerika Latin," tambahnya.

Pakar ekonomi dari Universitas Indonesia itu menyarankan, pemerintah tidak terlena dengan suplai melimpah dalam negeri. Menurutnya, pemerintah harus mewaspadai permintaan komoditas dalam negeri yang juga menunjukkan kenaikan.

"Cuma memang kalau dari sisi ekspor saja, kita juga harus hati-hati. Jangan sampai ini terlalu agresif kita lakukan. Nanti ketika kita butuhkan justru langka. Kita sekarang dari sisi demand sedang bertumbuh nanti jangan sampai demand optimal kita langka suplai input-nya," tegasnya.

Faisal mengungkapkan, hasil simulasi menunjukkan adanya kemungkinan kerugian yang dialami jika Indonesia terlalu agresif melakukan ekspor.

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat