MENU TUTUP

Komisioner KPU Kena OTT Kontradiktif Semangat Antikorupsi

Kamis, 09 Januari 2020 | 08:07:13 WIB
Komisioner KPU Kena OTT Kontradiktif Semangat Antikorupsi ilustrasi internet

GENTAONLINE.COM -- Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menyesalkan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK). Menurut dia, hal itu menunjukkan kontradiktif dengan semangat antikorupsi yang digalakka KPU dalam peraturannya.

 

"Hal ini sangat kontradiktif dengan semangat antikorupsi yang digadang-gadang KPU, yang misalnya pernah mencoba membuat terobosan hukum untuk melarang pencalonan mantan napi korupsi di Pemilu 2019. Ini tentu jadi pukulan berat bagi kelembagaan KPU," ujar Titi, Rabu (8/1). KPU saat ini harus mempersilakan KPK mengusut tuntas kasus tersebut. Ia mengatakan, KPU harus menjadikan momen ini untuk bersih-bersih total di tubuh penyelenggara pemilihan tersebut baik internal maupun pola hubungan eksternal.

 

KPU juga harus membangun mekanisme pengawasan internal untuk mencegah perilaku koruptif pegawainya. Apalagi, lanjut Titi, menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 akan banyak godaan untuk berbuat korupsi. Menurut dia, KPU perlu meminta dukungan KPK dalam membangun strategi pencegahan untuk internal kelembagaan KPU. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyimpangan ketika pilkada 2020. 

 

"Selain itu, KPU juga haru mewanti-wanti jajarannya di daerah untuk tidak coba-coba main mata dan melakukan praktik koruptif," kata Titi. Sebab, lanjut dia, selai ada ancaman hukuman, juga semakin meruntuhkan kredibilitas KPU sebagai institusi demokrasi. Dengan demikian, KPU harus lebih memperketat pengawasan internal.

 

"KPU mau tidak mau harus meningkatkan keterbukaan, transparansi, dan akuntabilitas tata kelola institusinya sehingga memungkinkan kontrol publik bisa berjalan optimal," tutur Titi. Sebelumnya, Arief bersama tiga komisioner KPU lainnya mendatangi kantor KPK untuk memastikan sendiri OTT KPK terhadap WS. Kemudian ia membenarkan komisioner KPU Wahyu Setiawan sedang menjalani pemeriksaan intensif di KPK.

 

Hal itu disampaikan Arief usai komisioner KPU bertemu dengan pimpinan KPK. "Kami ingin mengonfirmasi apakah benar salah satu anggota KPU diperiksa KPK dan beliau (Pimpinan KPK) menyatakan benar dengan inisial Pak WS sedang diperiksa," kata Arief di Gedung KPK Jakarta, Rabu (8/1). Arief menuturkan dirinya bersama Pramono Ubaid Tanthowi, Hasyim Asyari, dan Ilham Saputra, dipertemukan oleh Plt Jubir KPK Ali Fikri, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah dan salah satu pimpinan Alexander Marwata. Kepada mereka, Komisioner juga mengonfirmasi terkait perkara apa dengan siapa dan sebagainya.

 

Dalam pertemuan singkatnya, para komisioner KPU hanya mendapatkan informasi sebanyak 4 orang diperiksa. "Tapi terkait dengan pemeriksaan apa, beliau (Alexander) juga tidak tahu. Jadi akan diberikan keterangan besok. Setelah pemeriksaan 1x24 jam," ujarnya.(rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

2

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

3

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

4

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

5

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

6

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

7

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

8

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak

9

Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho Menyerahkan Bantuan Motor Kepada Ayah Disabilitas Karena Motornya Dicuri Saat Parkiran