MENU TUTUP

Seorang Teroris Jaringan Jama'ah Ansharut Daulah Tewas Ditembak Polisi di Pelalawan

Jumat, 07 Februari 2020 | 10:05:32 WIB
Seorang Teroris Jaringan Jama'ah Ansharut Daulah Tewas Ditembak Polisi di Pelalawan

GENTAONLINE.COM - Tim Densus 88 Anti Teror dibackup Polda Riau menembak seorang pria berinisial WF yang merupakan jaringan teroris asal Provinsi Jambi, di Sungai Kampar, Kecamatan Pelalawan, Provinsi Riau, Kamis (6/2/2020) sore.

Penembakan itu dibenarkan oleh Kapolres Pelalawan, AKBP Hasyim Risahondua. Ia mengatakan, tim terpaksa menembak WF karena menyerang petugas kepolisian dengan bom pipa.

"Iya benar, kejadiannya tadi sore sekitar pukul 15.00 WIB diatas kapal tug boat Sungai Kampar, Kecamatan Pelalawan, petugas terpaksa memberikan tindakan tegas terukur kepada pelaku karena menyerang petugas menggunakan bom pipa," terang Hasyim , Kamis malam.

Kemudian Hasyim menuturkan, setelah menerima timah panas dari petugas, WF langsung meninggal di tempat. ''Jadi pelaku ini jaringan teroris dari Jambi yang berma Jama'ah Ansharut Daulah,'' tutur Hasyim.

Saat ini pelaku sudah dibawa ke rumah sakit dan petugas tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait keberadaan teroris tersebut. (grc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat