MENU TUTUP

Enam Warga Kepri Diduga Suspect Corona Diobservasi di Rumah

Senin, 10 Februari 2020 | 14:07:16 WIB
Enam Warga Kepri Diduga Suspect Corona Diobservasi di Rumah

GENTAONLINE.COM - Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengatakan bahwa enam warganya yang diduga sebagai suspect atau mengidap gejala virus corona kini diobservasi di rumah.

 

Keenam warga Kepri itu baru saja tiba dari Singapura. Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Kepri, Rustam mengatakan bahwa enam warga itu merupakan satu keluarga. Mereka kini diobservasi di rumahnya di Perumahan Pondok Gurindam Kilometer 7, Kota Tanjungpinang.

 

"Masa observasi sampai 13 Februari 2020," kata dia di Tanjungpinang mengutip Antara, Senin (10/2). Ada sejumlah aturan yang harus dipatuhi selama observasi dilakukan. Misalnya, keenam warga itu dibatasi agar tidak terlalu sering melakukan kontak dengan orang lain. Rustam mengklaim Dinkes Tanjungpinang rutin mengecek kondisi kesehatan mereka selama menjalani observasi.

 

Hasilnya, tidak ada tanda-tanda positif terjangkit virus corona. "Kami rutin memantau suhu tubuh serta ada tidaknya gejala batuk maupun sesak napas yang dialami masing-masing yang bersangkutan," kata dia.

 

"Hasil observasi menunjukkan bahwa tidak ditemukan tanda dan gejala demam, batuk, apalagi sesak napas. Semuanya dalam keadaan sehat walafiat," lanjutnya.

 

Mulanya, kata Rustam, enam warganya itu tiba di Indonesia dari Singapura pada 30 Januari lalu. Rustam mendapat kabar dari Pemerintah Singapura bahwa ada warga Indonesia yang diduga suspect virus corona. Kondisi kesehatan mereka langsung dicek. Rustam mengklaim enam warga Kepri tersebut tidak mengidap gejala-gejala terjangkit virus corona.

 

"Setelah mendapati notifikasi tersebut, Tim Dinkes bersama KKP serta Biddokkes Polda Kepri turun bersama dan menelusuri nama-nama yang dimaksud dalam notifikasi untuk melakukan investigasi dan observasi," tutur Rustam.

 

Meski demikian, Dinkes Tanjungpinang, Kepri tetap mengambil langkah observasi terhadap enam warga dari Singapura itu. Sebelumnya, beredar informasi ada enam WNI dari Singapura melalui Batam diduga mengidap gejala terjangkit virus corona. Kementerian Kesehatan membantah.

 

Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan tidak mungkin enam WNI itu dapat keluar dari Singapura apabila menjadi suspect Corona.

 

"Enam orang tersebut bukan suspect. Protokol WHO menyatakan bahwa suspect tidak boleh melakukan perjalanan lintas negara," ujar Yurianto saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Minggu (9/2).

 

Sejauh ini, virus corona telah memakan korban jiwa sebanyak lebih dari 900 jiwa. Sebagian besar korban jiwa meninggal di China. Di Indonesia sendiri, menurut pemerintah, belum ditemukan virus corona. Dari 50 suspect yang diperiksa, tak ada yang positif mengidap virus corona.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat