MENU TUTUP

Pengamat: Tingginya Ambang Batas Presiden Picu Otoritarianisme Baru

Selasa, 03 Maret 2020 | 13:54:25 WIB
Pengamat: Tingginya Ambang Batas Presiden Picu Otoritarianisme Baru

GENTAONLINE.COM - Praktik otoritarianisme politik di Indonesia pascareformasi semakin menjadi-jadi. Angka ambang batas presiden yang cukup tinggi dinilai sebagai salah satu faktor penyebabnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai, ambang batas presiden sebetulnya tidak sejalan dengan cita-cita demokrasi yang dianut Indonesia.

Sebab, hal itu dapat membatasi warga negara yang ingin ikut berpartisipasi dalam Pemilihan Presiden. "Idealnya dengan sistem multiparpol, Indonesia sebaiknya menurunkan angka ambang batas," kata Dedi Kurnia, Selasa (3/3).

Meski begitu, jika diterapkan zero presidential treshold (ambang batas nol) juga dinilai kurang tepat. Sebab, hal itu akan membuat riuh kontestasi politik tanah air.

"(Ambang batas) tidak sepenuhnya hilang. Karena jika tidak ada ambang batas, demokrasi elektoral akan sangat riuh sekali. Dan minim seleksi kualitas kepemimpinan," ujarnya.

"Zero presidential treshold kurang tepat, dua persen hemat saya cukup adil. Karena menimbang presentasi partisipasi pemilih," sambungnya.

Lebih lanjut pengamat politik dari Universitas Telkom ini sepakat jika tingginya ambang batas pencalonan presiden mengarah pada praktik otoritarinisme baru.

Meskipun, tidak sepenuhnya praktik otoritarianisme baru di Indonesia itu penyebabnya adalah ambang batas pencalonan presiden.

"Dari sisi kekuasaan Parpol memungkinkan lahirnya praktik otoritarian, tetapi tidak sepenuhnya demikian. Karena sistem regenerasi kita mengarah pada batasan periode kepemimpinan," demikian Dedi Kurnia Syah.(rml)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan