MENU TUTUP

Ada Enam Pasien Suspect Corona Dirawat di Riau

Senin, 09 Maret 2020 | 10:38:03 WIB
Ada Enam Pasien Suspect Corona Dirawat di Riau

GENTAONLINE.COM - Ada enam pasien suspect (COVID-19) yang menjalani proses observasi di fasilitas kesehatan rujukan Corona di provinsi Riau. Empat pasien diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Riau, Pekanbaru.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Senin (9/3/2020). "Sampai 8 Maret 2020 ada sebanyak enam pasien suspect COVID-19 di Provinsi Riau," kata Mimi.

Mimi mengatakan, selain empat pasien dirawat di RSUD Arifin Achmad Riau, dua pasien suspect Corona dirawat di RSUD Dumai dan RSUD Puri Husana Tembilahan, Indragiri Hilir.

"Saat ini semua pasien terduga sudah dirawat di ruang isolasi, dan diambil sampel swab untuk diteliti di lab Penelitian Pengembangan Kesehaten (Litbangkes) Kementerian Kesehatan di Jakarta," terangnya.

"Hasilnya sampai saat ini kami masih menunggu dari Litbangkes," katanya. (ckc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar