MENU TUTUP

Kritik Pelaksanaan PSBB, Intsiawati Ayus: Tak Pandai Cari Duit, Kenapo Nak Jadi Kepala Daerah?

Kamis, 16 April 2020 | 10:39:34 WIB
Kritik Pelaksanaan PSBB, Intsiawati Ayus: Tak Pandai Cari Duit, Kenapo Nak Jadi Kepala Daerah?

GENTAONLINE.COM - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Riau, Intsiawati Ayus mendesak agar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 24 jam full. 

Sebab, jika hanya dilakukan malam hari saja kebijakan PSBB ini tidak akan efektif dan menjadi sia-sia saja. Tokoh perempuan yang kerap disapa Iin ini menambahkan, transparansi bantuan juga harus dilakukan Pemko Pekanbaru, baik dari sisi penerima bantuan, penyalurannya, hingga isi bantuan Sembako nanti. 

"Komentar saya, waktu harus 24 jam, penerima bantuan harus orang yang tepat, penyalurannya harus tepat, dan masyarakat jangan asal terima. Cek isinya, sesuai atau tidak dengan budget yang diberikan," kata Iin , Rabu, 15 April 2020.

Bantuan banjir, gempa dan bencana alam lainnya sudah banyak yang kasusnya sampai di Kejaksaan maupun di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sehingga ia mengingatkan jangan lagi terjadi di bencana Covid-19.

"Kalau Corona ini masih ada yang tega mengkorupsi, itu lah sejahat-jahatnya setan," tuturnya. 

Iin mengingatkan, Pemko jangan membuat kebijakan yang menanggung seperti pemberlakuan pengawasan pada jam malam saja. Masalah anggaran jangan pernah disebut-sebut lagu. 

"Rp 900 Milyar anggaran APBN untuk Riau dialihkan ke Covid-19, APBD juga sudah dibolehkan menggeser anggaran. Janganlah kepala daerah bilang tak ado duit, kalau tak pandai cari duit, ngapo berebut jadi kepala daerah? Ndak usah saja maju Pilkada biar saya saja yang maju," tegasnya.

Lebih jauh, Iin menghimbau agar pejabat tingkat apapun jangan mengedepankan kekeluargaan dalam menyalurkan bantuan sembako nantinya, sembako hanya untuk orang yang berhak.

"Jangan atas dasar kekerabatan, orang yang patut dikasih ya dikasih. Jangan nanti Anak Menantu Ponakan Ipar (AMPI)" tutupnya.(roc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar