MENU TUTUP

Pertumbuhan Ekonomi di Riau Turun 0,6 Persen

Jumat, 17 April 2020 | 10:12:29 WIB
Pertumbuhan Ekonomi di Riau Turun 0,6 Persen

GENTAONLINE.COM - Wabah Covid-19 yang terjadi beberapa pekan terakhirnya, dirasakan sangat memberikan dampak penurunan terhadap pertumbuhan ekonomi Riau. Dari target 2,9 % pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2020, diprediksi akan mengalami penurunan 0,6 % yang terjadi hampir diseluruh sektor.

Demikian disampaikan Kepala BI Perwakilan Riau, Decymus, bahwa wabah corona ini tentunya akan mengganggu dan memberi dampak penurunan bagi pertumbuhan ekonomi.

“Kita sudah melihat dan mendapatkan laporan bahwa penurunan di sektor pendukung utama pertumbuhan ekonomi sebulan terakhir telah terjadi penurunan,” ujar Decymus.

Dijelaskannya, terdapat tiga sektor pendukung utama yang mengalami penurunan terhadap pertumbuhan ekonomi Riau, yakni migas, CPO dan karet.

Ketiga sektor ini merupakan komoditi yang memberikan andil bagi PDRB sebesar 80%. Begitupula halnya sisi domestik, sektor-sektor yang sudah terlihat mengalami penurunan yakni transportasi, akomodasi, perdagangan, dan lainnya.

Begitu pula halnya, kondisi ini juga memberikan dampak terhadap penurunan daya beli masyarakat dimana lebih dari 50 % masyarakat yang masih menggantungkan hidupnya di sektor tersebut.

“Lebih dari 52% petani sawit di Riau masih cari makan di situ di CPO. Jadi, ya mau ga mau tentu akan langsung berdampak dan terjadi penurunan,”paparnya. Ditambahkannya, untuk sektor domestik sendiri memang jumlahnya tidak banyak akan tetapi orang yang terdampak cukup banyak.

Misalnya sektor perdagangan, toko, mal, cafe banyak yang sudah menutup usaha mereka akibat sepi pembeli. “Begitupula dengan sektor transportasi seperti udara, banyak rute keluar negeri sudah tidak terbang.

Domestik juga sudah berkurang karena orang memilih untuk tidak pergi. Kondisi yang sama juga terjadi di transportasi laut dan darat,” ucapnya.

Sementara itu, beberapa sektor yang mungkin akan mengangkat pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yakni listrik dan telekomunikasi, karena orang lebih banyak berdiam diri di rumah. Otomatis penggunaan listrik dan komunikasi akan sangat dibutuhkan.

Sebab itu, jika dilihat secara keseluruhan dari komoditi ekspor dan domestik, diperkirakan total ekonomi Riau terdampak corona sekitar 0,6%. Artinya pertumbuhan ekonomi Riau di akhir tahun bisa turun menjadi 2,3% dari terget 2,9%.

“Nah di angka 2,3% prediski pertumbuhan ekonomi akhir tahun itu, kalau ada yang dilakukan di tengah wabah Covid-19. Akan tetapi pemerintah, BI dan pihak pengambil kebijakan lainnya bergerak untuk melakukan stimulus perekonomian.

Kemenkeu, BI dan OJK sudah bergerak untuk melakukan stimulus,” tambahnya. Begitu juga dengan seluruh otoritas turut memberikan stimulasi ekonomi sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Seperti insentif pajak, penurunan suku bunga, restrukturisasi kredit, dan yang akan dilakukan adalah penyaluran bangunan sosial dari pemerintah. “Ini tujuannya agar penurunan 0,6% tidak terjadi di Riau dan pertumbuhan ekonomi tidak begitu lesu,” pungkasnya.(hlr)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar