MENU TUTUP

Pemprov Riau Diminta Perhatikan Nasib Pendakwah dan Guru MDA

Sabtu, 18 April 2020 | 09:27:56 WIB
Pemprov Riau Diminta Perhatikan Nasib Pendakwah dan Guru MDA

GENTAONLINE.COM - Ketua Fraksi PAN DPRD Riau, Zulfi Mursal mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau juga harus memperhatikan nasib para pendakwah yang selama ini rezekinya bergantung dari kegiatan keagamaan. 

Tak hanya para pendakwah saja, para guru Madrasah Diniyyah Awaliyah (MDA) juga harus mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah, karena mereka sangat merasakan dampak Covid-19.

"Kita mau mendudukkan itu (nasib da'i dan guru MDA), tapi ternyata selama ini hanya bicara penggeseran anggaran saja. Nampaknya sejauh ini belum ada bantuan untuk itu," kata Zulfi, Jumat, 17 April 2020. 

Diakui Zulfi, dirinya memang mendapat laporan terkait nasib pendakwah ini, namun para pendakwah ini masih banyak yang sungkan mengadu, sehingga kesadaran pemerintah sangat diperlukan. 

"Makanya, pergeseran anggaran nanti jangan banyak ke arah seremonial seperti pengamanan dan lainnya, fokuskan ke bantuan sosial," tuturnya.

Sebab, peran para pendakwah ini sangat diperlukan dalam kondisi seperti ini. Apalagi, di masyarakat saat ini tengah dihantui rasa ketakutan yang berlebihan terhadap Covid-19. 

"Rasa paranoid masyarakat inilah yang harusnya dijawab dengan siraman rohani dari para pemuka agama, makanya nasib pendakwah harus diperhatikan," pungkasnya. 

Sedari awal, Fraksi PAN lanjutnya, sudah mewanti-wanti agar Pemprov menjalin koordinasi dengan cepat kepada Bupati/Walikota hingga mengintruksikan sampai ke tingkat RT, dengan begitu diketahui mana masyarakat yang sangat membutuhkan. 

Zulfi menegaskan, dirinya mendapatkan banyak laporan dari masyarakat bahwasanya bantuan sosial belum tepat sasaran.

"Kita tidak mau nanti seperti di daerah lain, bantuan malah dikembalikan sama masyarakat karena mereka merasa tidak membutuhkan dan masih banyak yang lebih membutuhkan. Sehingga koordinasi di awal sangat diperlukan," jelasnya.(roc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat