MENU TUTUP

Wapres: Mudik Sangat Berbahaya Saat Ini

Selasa, 28 April 2020 | 09:22:19 WIB
Wapres: Mudik Sangat Berbahaya Saat Ini

GENTAONLINE.COM -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin kembali mengingatkan masyarakat untuk menaati larangan mudik yang diatur Pemerintah. Ma'ruf menerangkan, larangan mudik pada lebaran kali ini demi mencegah terjadinya penyebaran virus Covid-19 meluas ke daerah-daerah di Indonesia.


"Itu sangat (potensi) terjadi (penularan), buktinya di beberapa daerah, yang tadinya tidak ada Corona, sekarang terjadi penyebaran karena adanya pergerakan dari daerah pusat penyebaran Corona di kota-kota besar, terutama Jakarta dan sekitarnya, kota-kota besar lain ke kampung-kampung melalui orang-orang yang mudik atau kembali ke kampungnya masing-masing," ujar Ma'ruf dalam keterangannya, dari rumah dinas wapres, Menteng Jakarta, Senin (27/4) malam.


Ma'ruf mengatakan, penularan bisa terjadi saat orang yang mudik berada dalam perjalanan mudik, baik ia tertular maupun menulari orang lain. Karena itu, ia menyarakan warga agar tetap di rumah selama pandemi Covid-19. Ini adalah satu-satunya pilihan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Ketua Umum MUI nonaktif itu mengakui mudik sebagai tradisi khas Indonesia, mengingat kemuliaan tujuan mudik untuk silaturahim dengan orang tua maupun keluarga di kampung. Namun, situasi saat ini tidak memungkinkan untuk masyarakat leluasa mudik lantaran ancaman penyebaran virus.


"Sangat berbahaya, kenapa? karena sangat berpotensi bahkan diyakini terjadinya penularan, dan akan membahayakan, dari kita yang membahayakan orang lain, atau orang lain yang menulari kepada kita," katanya. Karena itu, demi kebaikan bersama, Ma'ruf meminta untuk sementara menunda mudik dan melakukan saat pandemi Covid-19 telah berakhir. "Demi kemaslahatan kita, kemaslahatan semua, bahkan juga kemaslahatan keluarga kita yang ada di kampung, mari kita tetap di rumah, insyallah jika Corona hilang, pada waktunya, kita bisa melakukan mudik," kata Ma'ruf. (rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat