MENU TUTUP

Viral, heli penanganan Karhutla Riau digunakan kegiatan parpol

Selasa, 25 Agustus 2020 | 09:22:00 WIB
Viral, heli penanganan Karhutla Riau digunakan kegiatan parpol

GENTAONLINE.COM - Sebuah helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) yang ditempatkan di Provinsi Riau untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla digunakan untuk kegiatan partai politik sehinggamenjadi sorotan masyarakat di daerah berjuluk “Bumi Lancang Kuning” itu.

Kegiatan itu terekam dalam video berdurasi sekira dua menit yang kini menyebar luas dan viral di Kota Pekanbaru, seperti terpantau Senin.

Dalam video tersebut memperlihatkan heli dengan stiker logo BNPB saat mendarat, dan sudah ditunggu oleh sejumlah orang mengenakan seragam Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Setelah ditelusuri, video tersebut berlokasi di Kabupaten Bengkalis, saat pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Bengkalis pada Sabtu (22/8).

Dari dalam heli dengan nomor registrasi PK-DPM itu muncul Ketua DPRD Riau Indra Gunawan, yang akrab disapa Eet, dan Ketua AMPG Riau Taufik Erman. Merekadisambut antusias dengan teriakan yel-yel “Hidup AMPG, Hidup Golkar”. Taufik Erman ketika dikonfirmasi menyadari penggunaan helikopter BNPB tersebut kini jadi sorotan publik karena sejatinya heli tersebut ditempatkan di Riau untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Ia mengaku ikut naik heli karena diajak oleh Eet, Ketua DPRD Riau untuk menghadiri Musda PartaiGolkar Bengkalis. “Saya gak ngerti, gak tahu. Disuruh ikut, abang ikut. Gak ada indikasi abang mau bayar (sewa), gak ada,” kata Taufik ketika dikonfirmasi lewat sambungan telepon.

Ia mengatakan ada dua heli yang digunakan untuk Musda Golkar Bengkalis, salah satunya heli yang ditumpanginya berangkat dari Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Ketika ditanya bagaimana prosedurnya bisa naik heli tersebut, ia mengaku tidak paham.

“Abang gak ada jalur untuk urusan seperti itu, gak pernah berurusan naik heli. Baru pertama kali, macam kejatuhan bulan saya diajak naik heli dan prosedur gak tahu karena seumur-umur baru ini lah naik helikopter, demi Allah. Abang ini tipe orang yang takut ketinggian,” ujarnya.


Sementara Ketua DPRD Riau Indra Gunawan alias Eet tidak bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut karena teleponnya tidak aktif hingga Senin sore, dan dia juga tidak ada di kantor DPRD Riau. Sedangkan, Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger mengaku tidak mengetahui heli bantuan BNPB digunakan untuk acara Musda Golkar Bengkalis.

“Abang tanyakan dulu dengan Pak Danlanud dan Kadisops Lanud karena heli semuanya di bawah komando Satgas Udara. terima kasih infonya,” kata Edwar melalui pesan singkat.

Sementara itu, Kepala Pusdatinkom BNPB Raditya Jati ketika dikonfirmasi menjawab singkat pertanyaan ANTARA. “Untuk pengelolaan helikopter dari BNPB sudah diserahkan operasionalnya kepada Pemerintah Propinsi dibantu TNI AU, demikian dan terima kasih,” katanya lewat pesan singkat.(antr)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan