MENU TUTUP

Pemko Pekanbaru Bakal Rekrut Tenaga Kesehatan Tambahan

Kamis, 10 September 2020 | 11:39:04 WIB
Pemko Pekanbaru Bakal Rekrut Tenaga Kesehatan Tambahan

GENTAONLINE.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bakal merekrut tenaga kesehatan (nakes) tambahan dalam penanganan Covid-19. 

Wali Kota Pekanbaru Dr. Firdaus, ST. MT mengungkapkan, ada beberapa formasi tenaga kesehatan yang akan direkrut, diantaranya dokter spesialis, dokter untuk, perawat, dan tim analis.

"Kita juga butuh tenaga kesehatan tambahan untuk percepatan penanganan Covid-19," terangnya, Rabu (9/9/2020) kemarin.

Tenaga kesehatan yang direkrut Pemko Pekanbaru berstatus kontrak nantinya. Namun, Wako belum merinci jumlah nakes yang bakal direkrut.

Pihaknya masih menghitung jumlah kebutuhan yang ada di fasilitas kesehatan Pemko untuk saat ini. Namun ia berharap pada pekan depan penambahan nakes ini sudah dapat terealisasi, dan mereka dapat bekerja. 

"Nantinya tenaga kesehatan ini juga akan membantu untuk tracking (pelacakan) bagi kontak erat pasien positif Covid-19," pungkasnya.(r24)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar