MENU TUTUP

Anggota TNI Dikeroyok Kelompok Moge, Polisi Tahan 2 Tersangka

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 12:44:21 WIB
Anggota TNI Dikeroyok Kelompok Moge, Polisi Tahan 2 Tersangka ilustrasi

GENTAONLINE.COM - Polisi menetapkan dua tersangka dalam aksi pengeroyokan prajurit TNI oleh sekelompok anggota klub motor gede (Moge) di wilayah Bukittinggi, Sumatera Barat.

Diketahui, aksi pemukulan tersebut terekam kamera dan menjadi viral di media sosial. Beberapa  video menampilkan prajurit TNI yang telungkup dipukuli dan ditendang oleh beberapa pria yang mengenakan helm.

"Sementara, dua orang yang melakukan tindak pidana pengeroyokan terhadap korban," kata Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Stefanus Satake saat dikonfirmasi Gentaonline.com, Sabtu (31/10).

Polisi mengatakan sebelumnya ada tiga terduga tersangka yang sempat ditahan, tapi kelengkapan bukti membuat penyidik hanya bisa menjerat dua tersangka, yaitu BS 918) dan MS), warga yang beralamat di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Keduanya langsung ditahan oleh penyidik.

"Berdasarkan pemeriksaan intensif sesuai dengan alat bukti dan keterangan saksi, sementara (tersangka) hanya dua orang," ujarnya.

Polisi pun masih memeriksa kasus dan belum bisa mengungkapkan motif pelaku.

Sebelumnya insiden pemukulan terjadi di wilayah Simpang Tarok, Kota Bukittinggi pada Jumat (30/10) sore, di halaman suatu ruko, dengan disaksikan banyak warga sekitar. 

Setidaknya, ada dua korban pengeroyokan yang salah satu di antaranya merupakan prajurit TNI aktif. Belum diketahui kesatuan pasti dari anggota TNI tersebut.

Ketika aksi pengeroyokan terjadi, terdengar suara klakson kendaraan bermotor yang menyeruak di dalam video.

Dalam rekaman video lain yang beredar, terlihat segerombolan anggota konvoi moge itu menyampaikan permintaan maaf secara lisan di Kodim 0304/Agam. Setidaknya, ada sekitar delapan orang yang terlihat menyampaikan permintaan maaf.

Terdengar juga dalam video itu, sekelompok orang yang menyoraki kelompok moge tersebut dan meminta mereka mengulangi terus menerus ucapan permintaan maafnya.

"Kami dari Harley-Davidson Owners Group meminta maaf kepada prajurit Kodim 0304/Agam dan kepada seluruh anggota TNI atas pengeroyokan anggota TNI di Bukittinggi," ucap mereka dalam pernyataan maafnya.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan