MENU TUTUP

Mengukur Peluang Para Ketua Umum Parpol di Pilpres 2024

Senin, 04 Januari 2021 | 10:28:29 WIB
Mengukur Peluang Para Ketua Umum Parpol di Pilpres 2024 ilustrasi internet

GENTAONLINE.COM - Para ketua umum partai politik (Parpol) dinilai memiliki peluang yang sama sebagai kandidat bakal Calon Presiden atau Calon Wakil Presiden di Pilpres 2024. Para Ketua Umum tersebut tercatat dalam 'papan' survei yang dirilis oleh sejumlah lembaga survei, sehingga terbuka lebar untuk bersaing dalam pentas politik nasional mendatang.


Dari hasil rilis sejumlah lembaga survei, tercatat nama Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, Airlangga Hartarto (Golkar), Muhaimin Iskandar (PKB), Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat), Zulkifli Hasan (PAN), Surya Paloh (Nasdem), yang masuk kategori Ketum parpol yang memiliki kursi di Parlemen.

 

Namun juga tercatat ketum parpol non parlemen seperti Hary Tanoesoedibjo (Perindo), Yusril Ihza Mahendra (PBB), Giring Ganesa (PSI) dan Hutomo Mandala Putra (Berkarya).
 


Para Ketum Parpol tersebut dinilainya memiliki peluang yang sama untuk bersaing dengan figur yang berasal dari kepala daerah, kader partai, dan kalangan profesional mengisi papan survei. Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA), Fadhli Harahab pun mencermati peluang para Ketum parpol tersebut.
 


"Hasil kajian dan temuan survei tetap tak bisa mengabaikan sisi elektoral ketum-ketum ini. Hanya dari perpsektif mana responden akan mengukurnya. Tapi, kalo dari personalnya, ya kembali ke mereka (ketum parpol) masing-masing. Misalkan Bu Mega sebagai partai penguasa mungkin nanti lebih nyaman kalo beliau cukup jadi king maker," ujarnya, Senin (4/1/2021).

 

Fadhli melanjutkan. Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto disebutnya akan tetap menjadi pilihan utama partainya, mengingat elektabilitas yang bersangkutan oleh sejumlah lembaga survei juga berada di puncak klasmen. Pria yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan itu cukup bersaing ketat dengan kader PDI Perjuangan yang juga Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
 


Lebih lanjut Fadhli mengatakan, para Ketum parpol seperti Airlangga, Muhaimin atau Cak Imin, AHY dan Zulhas (Zulkifli Hasan) tetap berpeluang besar. Hanya saja dibutuhkan strategi yang jitu untuk menyulap elektabilitas mereka menjadi tinggi. Kapasitasnya sebagai pemimpin partai tak bisa dipandang sebelah mata.
 


"Saat ini elektabilitas mereka mungkin terkatrol atau terklaster dengan ketum-ketum lain. Mau AHY, Airlangga, cak Imin itu berbagi elektoral misalkan dengan ketum parpol non parlemen yang ada. Kita gak bisa pungkiri tokoh-tokoh seperti Hary Tanoe, atau prof Yusril ini. Jadi dosis elektoral saja yang masih terbagi, dan pilpres 2024 kan cukup dinamis," ujarnya.
 


Dengan begitu, Analis Politik asal UIN Jakarta ini meyakini, tokoh-tokoh yang merupakan pemimpin parpol akan mendapatkan respons yang positif dari masyarakat. "Nah, tinggal kita ukur saja mesin-mesin parpol itu bisa maksimal atau enggak, ini menunggu waktu saja kok bagaimana mesin partai bekerja," pungkas dia.(sndo)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

2

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

3

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

4

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

5

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

6

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

7

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

8

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak

9

Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho Menyerahkan Bantuan Motor Kepada Ayah Disabilitas Karena Motornya Dicuri Saat Parkiran