MENU TUTUP

Gelanggang Pantun DKR dan Sultan Resto, 6 Peserta Melaju ke Final

Jumat, 15 Januari 2021 | 14:56:32 WIB
Gelanggang Pantun DKR dan Sultan Resto, 6 Peserta Melaju ke Final Dewan juri Taufik ikram jamil (Budayawan),  Arifin Senggoro (praktisi), dan Jefri Al Malay (akademisi).

PEKANBARU- Pantun yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada 17 Desember 2020, mendapat perhatian khusus oleh Dewan Kesenian Riau (DKR).

Sebagai bentuk apresiasinya DKR melalui Komte Sastra menggelar Gelanggan Pantun bekerjasama dengan Sultan Resto. Kegiatan ini sekaligus untuk mendorong generasi muda dan berbagai pihak untuk peduli dan sama-sama menghidupkan tradisi berpantun di masyarakat Riau. 

Gelanggan pantun yang dilaksanakan tanggal 15 dan 17 Januari ini dilaksanakan dengan dua putaran, yakni putaran penyisihan dan putaran final.

Putaran penyisihan di gelar tanggal 15 Januari 2021 lewat daring. Dari 12 peserta yang lulus administrasi telah adu pantun memperebutkan 6 terbaik menuju gelanggang final pada Ahad, 17 Januari 2021.

Pada pelaksanaan final yang akan digelar di Sultan Resto Jalan Ronggo Warsito Pekanbaru, secara tatap muka.

"Di sini finalis akan menunjukkan kelihaiannya berpantun satu sama lain, saling jual beli pantun. Sesuai dengan tema yang telah ditetapkan oleh panitia," terang DM Ningsih selaku Ketua Komite Sastra DKR yang pelaksana kegiatan. 

Adapun peserta yang akan melaju ke putaran final yakni; Miftahul Ikhsan, Fadila Firza, Eko Wahyudi, Delsi Hendria, Muhammad Sarbain, Reza Juanda.

Enam peserta ini akan menunjukkan kebolehannya di hadapan para juri yakni lain Taufik ikram jamil (Budayawan),  Arifin Senggoro (praktisi), dan Jefri Al Malay (akademisi).

Taufik Ikram Jamil pada kesempatan tersebut sangat menyambut baik kegiatan ini, kegiatan ini menjadi ajang mencari generasi muda penerus pantun. "Sebab bila kegiatan semacam ini tidak diadakan maka akan sulit kita menumbuhkan para pemantun baru dari kalangan generasi muda," ungkapnya. 

DKR, kata Ketum DKR Taufik Hidayat, sangat berharap kegiatan-kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan oleh berbagai pihak dengan berbagai kreatifitas masing-masing. Bisa melalui perlombaan, penerbitan buku pantun, diskusi, dan lain sebagainya.

Sementara itu pemilik Sultan Resto dr Rahman mengaku sangat berbangga hati karena sudah bisa berkerja sama dengan DKR dalam helat Gelanggang Pantun. 

"Jujur saya katakan, keberadaan Sultan Resto bukan saja dalam konteks usaha tapi kami juga ingin menjadi bagian dari pelestarian dan pengembangan terhadap khazanah Melayu," ucap Rahman. (rls) 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat