MENU TUTUP

Vaksin Tahap Kedua Telah Didistribusikan ke Kuansing, Siak dan Bengkalis

Sabtu, 16 Januari 2021 | 09:00:55 WIB
Vaksin Tahap Kedua Telah Didistribusikan ke Kuansing, Siak dan Bengkalis

GENTAONLINE.COM - Pemerintah Provinsi Riau kembali mendistribusikan vaksin Covid-19 ke tiga kabupaten setelah mendapatkan vaksin tahap kedua dari Pemerintah Pusat sebanyak 22.840 dosis. Tiga daerah yang mendapatkan vaksin tahap kedua tersebut yaitu Kabupaten Kuantan Singingi, Siak dan Bengkalis. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan pendistribusian vaksin tahap kedua telah dikirimkan Kabupaten Siak, Bengkalis, dan Kuansing, pada Kamis (14/1/2020) kemarin. Dan saat ini kabupaten yang telah menerima vaksin telah menjalankan vaksinasi kepada tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat.

“Vaksin tahap kedua sudah kita terima dari pusat. Dan sudah kita distribusikan vaksin ke tiga daerah yakni, Siak, Bengkalis dan Kuansing. Daerah yang sudah menerima vaksin, telah menjalankan vaksinasi kepada tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat. Berapa yang telah divaksin masih didata,” kata Mimi Yuliani Nazir.

Pasca disuntik vaksin, kata Mimi, dia tidak ada merasa apapun baik meriang maupun gejala lainnya. Ia mengimbau kepada tenaga kesehatan dan masyarakat yang akan divaksinasi untuk tetap menjalankan program pemerintah dalam meningkatkan imun dan kekebalan tubuh, dan mencegah penyebarab covid-19 dengan cara divaksin Covid-19. 

“Alhamdulillah saya sehat sehat saja, aktifitas seperti biasa, tidak ada gejala apapun setelah divaksin. Selanjutnya tenaga kesehatan telah menjalni vaksin, setelah itu baru tenaga publik lainnya, dan sudah ada jadwalnya,” kata Mimi. 

Disinggung mengenai masih banyaknya tenaga kesehatan yang belum disuntikkan vaksin, Mimi menjelaskan, berkemungkinan nakes tersebut belum meneria SMS 11 untuk melakukan registrasi yang diterima oleh masing-masing nakes. Karena itulah ada nakes yang tidak datang untuk penyuntikan vaksin.

“Nakes banyak yang tak hadir itu mungkin belum mendapatkan SMS 11 untuk melakukan vaksinasi dan mendapatkan e-tiket vaksinasi. Dari pendataan akan diterima masing-masing SMS kemudian diregistrasi fasilitas pelayanan mana yang mau vaksin, selanjutnya data aplikasi baru keluar e-tiket, baru dilihatkan. Kalau belum ada velum bisa divaksin,” ungkap Mimi.(ckc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat