MENU TUTUP
Mubes MPP diam - diam:

Ahmad Yanis, Ada apa?

Sabtu, 30 Januari 2021 | 11:20:27 WIB
Ahmad Yanis, Ada apa? Aktvis Pelalawan  Ahmad Yanis

GENTAONLINE.COM - Musyawarah Majelis Pemuda Pelalawan (MPP) dilaksanakan hari ini di Pangkalan Kerinci mendapatkan kritikan dari salah satu aktvis Pelalawan yaitu  Ahmad Yanis, Sabtu (30/1).

Menurut Ahmad Yanis tokoh pemuda kecamatan Kerumutan ini kesanya sudah disetting oleh pihak yang berkepentingan dengan MPP.

" Kecewa dengan musyawarah asal - asalan seperti ini, masak iya tanpa ada pengumuman oleh panitia tiba tiba saja kita tau ada yang mau calon ketua MPP, pemuda Pelalawan ini luas jangan diam diam begini" Ujar Ahmad Yanis.

Ahmad Yanis juga menambahkan bahwa sebenarnya MPP sudah lama mati suri namun dirinya ingin mubesnya dilaksanakan secara terbuka.

" Kalau seperti ini ada konsolidasi terselubung oleh pihak pihak tertentu sehingga wadah ini nantinya gak mati suri lagi, tapi ini kesanya diawal saja sudah tak elok" Tutup Yanis dengan kesal.

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar