MENU TUTUP

Darmizal cs Jagokan Moeldoko Gantikan AHY, PD: Bluffing, DPP-DPC Solid!

Selasa, 02 Maret 2021 | 11:39:57 WIB
Darmizal cs Jagokan Moeldoko Gantikan AHY, PD: Bluffing, DPP-DPC Solid!

GENTAONLINE.COM - Pendiri Partai Demokrat (PD) yang mendorong Kongres Luar Biasa (KLB) menjagokan sejumlah nama untuk menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum, di antaranya Moeldoko dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). PD mengatakan DPP hingga DPC tak ada yang ikut dalam gerakan KLB tersebut.

Ketua BPOKK Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan apa yang disampaikan para pendiri PD terkait KLB itu hanya gertakan semata. Dia menegaskan PD tetap solid.

"Bluffing itu selalu disuarakan ke media. Tetapi kami, DPP, DPD, dan DPC tetap solid. Tidak ada kejadian apa-apa di internal PD. Kami sedang bekerja membantu rakyat dan negara, dan orang-orang itu tiba-tiba akan menjual PD ke pihak lain, kan aneh," kata Herman, kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).

Herman menegaskan Partai Demokrat tetap berjalan dengan baik. Hanya saja ada gangguan dari para mantan kader PD yang menginisiasi adanya KLB.

"Partai Demokrat tidak ada agenda melaksanakan KLB. Sampai saat ini Ketum AHY menjalankan kepemimpinanya dengan baik, dan tidak ada alasan mendasar apapun. Memang saat ini ada gangguan terhadap Partai Demokrat dari segelintir mantan kader PD, dan terus mengganggu," ujarnya.

Lagi pula, menurut Herman, KLB tidak akan bisa dilaksanakan jika ketentuan yang ada tidak dipenuhi. Herman mengatakan KLB yang digagas para pendiri PD itu tidak sesuai aturan.

"Dalam AD/ART PD, pelaksana KLB itu adalah DPP PD atas permintaan 2/3 pemilik suara DPD, setengah jumlah DPC, dan mendapat persetujuan Ketua Majelis Tinggi Partai. Mungkin mereka akan melakukan pertemuan dan diklaim KLB-KLBan. Di tengah banyaknya persoalan bangsa kok banyak tingkah laku yang aneh-aneh, bukanya cari solusi agar negara semakin baik," tuturnya.

Sebelumnya, salah satu pendiri PD Darmizal mengungkap banyak kader PD menginginkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menggantikan AHY. Namun, Darmizal juga mengatakan ada nama lain yang muncul, seperti Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, Gubernur Jawa Barat (Jawa Barat) Ridwan Kamil atau RK, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor, dan Ketum Partai Emas Hasnaeni.

"Beberapa nama muncul diwacanakan para kader pemilik suara, antara lain Edhie Baskoro Yudhoyono, Ridwal Kamil Gubernur Jabar, Pak Isran Noor, Gubernur Kaltim. Ada juga Hasnaeni yang sudah jadi Ketum Partai Emas," ujar Darmizal kepada wartawan, Senin (1/3/2021) malam.

"Terbanyak adalah permintaan atas Pak Moeldoko," lanjutnya.

Kendati demikian, Darmizal menilai dinamika terkait nama calon Ketum PD masih terus berkembang. Ia mengatakan panitia KLB akan mempersiapkan kongres partai secara baik dan benar.

"Namun dinamika masih berkembang, pastinya tentu akan menjadi tugas panitia kongres untuk menetapkan sesuai mekanisme kongres yang baik dan benar," ucapnya.(dtk)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan