MENU TUTUP

Ketua FKPT Masri Kumar Tolak Pertamina di Tapung

Ahad, 02 Mei 2021 | 10:03:55 WIB
Ketua FKPT Masri Kumar Tolak Pertamina di Tapung Masri Kumar

Pekanbaru-  Rokan blok di  Bumi Tapung tidak ada kontribusi untuk masyarakat pribumi. Kita tahu besar nya sumber daya alam yang di geruk oleh Pertamina di Tapung Kabupaten Kampar, namun tidak bertimbal balik untuk masyarakat tempatan. 

Demikian diungkapkan Ketua Forum Komunikasi Pemuda Tapung (FKPT), Masri Kumar, minggu (01/05/2021) di Pekanbaru.

Menurut Masri keberadaan pertama tidak ada artinya jika tidak sebanding dengan dampak kerusakan alam yang ditimbulkannya. 

"Untuk apa Pertamina jikalau cuma merusak alam kami di Tapung nanti nya lebih baik tolak saja ! tidak ada Pertamina di Tapung pun juga tidak apa apa. Alam kami pun lebih terjaga." katanya. 

Lebih lanjut Masri mengatakan, bahwa dimbah lagi serapan pegawai pribumi Tapung boleh dikatakan tidak ada, dan  keberpihakan ke usaha kecil tempatan apalagi. 

Harusnya  pusat training pegawai migas di wilayah tapung sebagai pekerja nasional pun harus ada, karena Tapung 20 persen lebih pemasok minyak di Riau.

"Kita tidak perlu lah jikalau cuma merusak tolak saja", tegas Masri. (*) 

Rls/MK

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat