MENU TUTUP

Riau Belum Punya Alat Deteksi Varian Delta, Syamsuar dan Forkopimda Gelar Rapat

Rabu, 07 Juli 2021 | 09:53:01 WIB
Riau Belum Punya Alat Deteksi Varian Delta, Syamsuar dan Forkopimda Gelar Rapat

GENTAONLINE.COM - Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan keseriusannya dalam mencegah penularan virus Covid-19 varian Delta. Ia tak ingin kejadian sama terjadi seperti di daerah Jawa.

Apalagi, dia menyebut penularan varian Delta yang begitu cepat, kalau tidak ditangani dengan serius akan membahayakan masyarakat.  

"Iya, itu juga tadi kami bahas bersama terkait dengan kemungkinan adanya varian baru. Ini yang menjadi persoalannya kan terutama berkaitan dengan laboratorium biomolekuler kita belum bisa untuk mendeteksi terutama varian delta, varian baru dan seterusnya," kata Syamsuar, Selasa, 06 Juli 2021,  usai Coffee Morning bersama Forkopimda Provinsi Riau di Pengadilan Tinggi Pekanbaru Jalan Sudirman.

Lanjutnya, ada kemungkinan untuk di Provinsi Riau akan mengajukan dan menyediakan alat pendeteksi varian Delta tersebut.

"Karena itu tadi juga termasuk kami bahas, kemungkinan-kemungkinan kita menyediakan alat yang baru itu. Kita tadi juga sudah meminta masukan dari Pak Kapolda, Pak Kajati, dan unsur Forkopimda. Termasuk juga dari Menteri Kesehatan, karena nanti yang mengizinkan juga dari Menteri Kesehatan," ungkapnya.

Sambung dia, pengadaan alat ini akan dikaji, karena bagaimana pun kalau tidak memiliki peralatan yang berkenaan untuk mengecek terhadap varian baru.

"Itu menunggu hasilnya lama. Ya kejadian pas waktu adanya ABK India itu lebih dari dua minggu, baru kita tahu hasilnya," sebutnya.

Pihaknya khawatir, jika lambat dalam penanganan varian baru Covid-19 akan berdampak menambahnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Riau.

"Tentunya, kalau ini lambat kita menangani penularan akan begitu cepat. Akan menambah terpapar Covid-19 yang sangat tinggi. Ya pada akhirnya kita kesulitan menanganinya," pungkasnya. (roc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan