MENU TUTUP

Kades Tarai Bangun Tegaskan Bahwa Pelaku Terduga Kumpul Kebo Sudah Pindah

Ahad, 13 April 2025 | 10:50:16 WIB
Kades Tarai Bangun  Tegaskan Bahwa Pelaku Terduga Kumpul Kebo Sudah Pindah

Kampar – Ketegangan sempat memuncak di lingkungan RT 03/RW 06, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, setelah seorang warga yang diduga melakukan praktik prostitusi melanggar perjanjian dengan masyarakat untuk segera pindah dari lingkungan tersebut.

Sosok yang dimaksud adalah seorang perempuan bernama Era, yang merupakan janda ditinggal suami karena terjerat kasus narkoba dan hutang. Warga menaruh curiga terhadap aktivitas mencurigakan di rumah Era sejak lama, dan dugaan itu terbukti setelah dilakukan penggerebekan oleh warga pada Jumat malam, 11 April 2025.

Dalam penggerebekan sekitar pukul 00.00 WIB yang dilakukan saat listrik padam, warga mendapati seorang pria bukan muhrim berada di dalam rumah Era. Motor pria tersebut juga terlihat dimasukkan ke dalam rumah. Setelah listrik menyala, pelaku membutuhkan waktu lama untuk membuka pintu. Saat terbuka, benar saja, seorang pria yang tidak memiliki hubungan keluarga ditemukan di dalam rumah.

Warga yang geram kemudian menuntut Era agar meninggalkan kampung, mengingat perjanjian sebelumnya sudah dibuat namun tidak dipatuhi. Dalam kesepakatan itu, Era diberi waktu tiga hari untuk pindah, namun hingga 10 hari kemudian, pelaku masih menetap di lingkungan tersebut.

Menurut warga seperti Kang Ari, Pak Ujang, Bu Cici, dan Pak Wagimin, kejadian serupa pernah terjadi sebelum Ramadan, ketika Era juga ketahuan bersama laki-laki di dalam rumah pada tengah malam, namun saat itu pelaku berdalih pria tersebut adalah keluarganya.

Kemarahan warga semakin memuncak ketika RT setempat, Syofian Hadi, dinilai tidak tegas menindak pelaku meskipun laporan sudah masuk. Ketika warga bertindak langsung tanpa koordinasi dengan RT, Syofian Hadi merasa tidak dihargai dan sempat menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya.

Saat berita ini diterbitkan, Ketua RT 03/RW 06 belum bisa ditemui. Namun, Kepala Desa Tarai Bangun, Andra Maistar, menyatakan bahwa pelaku kini telah resmi pindah dari wilayah tersebut.

“Mudah-mudahan ada hikmahnya dari kejadian ini. Saya juga mengimbau agar warga terus menjaga keamanan dan kenyamanan kampung kita. Terima kasih atas kepedulian semua pihak,” ujar Kades Andra.

Warga berharap kejadian serupa tidak terulang lagi dan meminta aparat serta tokoh masyarakat bersikap tegas demi menjaga ketertiban dan norma sosial di lingkungan mereka.

(lelek)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Sungai Buluh Tak Kunjung Progres, LSM KPKN Pertanyakan SOP Kejati Riau

2

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

3

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

4

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

5

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

6

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

7

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

8

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

9

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak