MENU TUTUP

Firdaus akan Buka Sekolah di Pekanbaru Setelah PPKM

Sabtu, 10 Juli 2021 | 10:29:48 WIB
Firdaus akan Buka Sekolah di Pekanbaru Setelah PPKM

GENTAONLINE.COM - Walikota Pekanbaru, Firdaus mengatakan pihaknya akan membuka sekolah setelah pengetatan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ada beberapa pertimbangan diambil untuk membuka kembali sekolah dan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Salah satunya adalah tahun ajaran baru.

Namun, Firdaus menekankan tidak akan semua sekolah di Pekanbaru yang akan dibuka. Sekolah dibuka terbatas pada zona hijau dan kuning. “Kalau tahun ajaran baru sudah dimulai, maka kita akan menerapkan untuk zona kuning dan hijau silahkan (buka sekolah) dengan protokol kesehatan. Untuk merah dan oranye tunggu dulu,” kata Firdaus, Sabtu 10 Juli 2021.

Namun, saat ini, lanjut Firdaus, pihaknya menutup semua sekolah di Pekanbaru selama PPKM. Pengetatan PPKM sendiri dimulai sejak 6 hingga 20 Juli 2021 mendatang. Ditegaskan Firdaus, di masa ini, semua sekolah melaksanakan pembelajaran secara dalam jaringan (daring) atau online. “Dari edaran sementara kita tutup dulu (sekolah). Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring,” pungkas Firdaus. (bpc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat