MENU TUTUP

Direktur Rumah Sakit Madani Pekanbaru Resmi Diperiksa, SP2HP Dit Reskrimum Polda Riau Jadi Sorotan

Kamis, 26 Agustus 2021 | 14:05:58 WIB
Direktur Rumah Sakit Madani Pekanbaru Resmi Diperiksa, SP2HP Dit Reskrimum Polda Riau Jadi Sorotan

PEKANBARU-- Hari ini, Kamis (26/8/2021) Suami Korban dugaan Praktek Haram Pasien di-Covidkan resmi mendatangi Unit PPA Dit Reskrimum Polda Riau.

Didampingi Kuasa dari Kantor Hukum Mediator dan Pendampingan Publik Satya Wicaksana, Saipul N Lubis terima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan (SP2HP).

Surat bernomor B/99/VIII/RES.1.24./2021/Direskrimum yang terbit pada tanggal 18 Agustus 2021 itu, memastikan bahwa Laporan Pengaduan yang ditujukan Saipul N Lubis melalui Kantor Hukum itu segera ditindaklanjuti.

Dalam penyampaiannya, Saipul juga meminta dan memohon, agar Proses Penyelidikan ini dapat berjalan dengan penuh Profesional. 

Saipul katakan, selain Anggaran atas Kerugian Materil dan Moril, pria berjenggot panjang itu juga mendesak, agar Pihak Penegak Hukum serius dalam Pengusutan kasus tersebut.

Istri Saipul yang bernama Maryati diduga kuat meninggal atas Praktek dan Prosedur yang kurang Profesional. Sampai akhirnya Saipul berkesimpulan, bahwa istrinya korban atas praktek pengcovidtan.

"Sebelum masuk Rumah Sakit Madani, istri Saipul juga menerima hasil Antigen dari Puskesmas Harapan Raya dan pada akhirnya rujukan itu yang membuatnya dirawat.

Persis ditanggal 23 Juli 2021, Saipul meminta kepada pihak Rumah Sakit, agar hasil PCR istri dan dirinya segera diberikan. Tetapi setelah melewati sekelumit Perdebatan dengan Tim Gugus Tugas dan Pihak Rumah Sakit, maka pada akhirnya permintaan Saipul tidak didengar.

Dalam pengakuannya, sekitar Hari Jum'at, tanggal 30 Juli 2021, Saipul berinisiatif menyambangi Laboratorium RSD Madani, untuk Mempertanyakan hasil PCR yang awalnya dibilang mesti menunggu selama 5-7 Hari.

Setelah dilihat, ternyata Surat tersebut mencantumkan ditanggal yang sama, pasca ditolaknya Saipul meminta surat hasil PCR. 

"Pengakuan bang Saipul, bahwa surat itu ternyata keluar pada hari dan tanggal yang sama, yakni di tanggal 23 Juli 2021. Sementara sayapun selaku suami Korban tak menerima info dari pihak Rumah Sakit" ungkap Larshen Yunus, Direktur Kantor Hukum Mediator dan Pendampingan Publik Satya Wicaksana.

Sampai diterbitkan berita ini, Larshen Yunus hanya berharap, agar Pihak Penyidik di Dit Reskrimum Polda Riau bekerja dengan penuh Amanah dan Bertanggung Jawab

"Do'akan kami, Agar Ikhtiar ini dapat didengar oleh yang Maha Kuasa, Amin" tutup Larshen Yunus, seraya keluar dari Unit PPA, Gedung Belakang Mapolda Riau. (Rls)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat