MENU TUTUP
KPK Bungkam,

Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015

Selasa, 06 Juli 2021 | 10:49:12 WIB
Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015

GENTAONLINE.COM - Perkara kasus dugaan pemberian suap oleh Eks Gubernur Riau Annas Maamun kepada anggota DPRD Riau A Kirjauhari dalam pembahasan rencana anggaran pendapatan belanja daerah (RAPBD) Provinsi Riau tahun 2014-2015, sepertinya masih belum menemui titik terang.

Pasalnya, Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri yang dikonfirmasi kemarin, Senin (5/6/2021), enggan memberi keterangan.

Saat dihubungi melalui selulernya, Ali Fikri terkesan memilih diam dan bungkam saat ditanya bagaimana perkembangan dari perkara tersebut.

Sementara sebelumnya, pasca pemberian grasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Annas Maamun yang kini resmi menjadi kader dari Partai NasDem Riau, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, mengatakan atas kasus dugaan suap tersebut, Annas Maamun telah ditetapkan sebagai tersangka dan  dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

"Penyidikannya sudah hampir selesai. Tadi saya cek ke tim, telah dilakukan pelimpahan perkara tahap 1 dari penyidik ke penuntut umum. Berikutnya semoga dalam waktu tidak terlalu lama dugaan korupsi pemberian suap untuk sejumlah anggota DPRD Provinsi Riau ini bisa masuk ke pelimpahan tahap 2, dan kemudian diproses di persidangan," ujar Febri Diansyah, sebagaimana diberitakan sebelumnya pada Jumat (29/11/2019).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Annas Maamun setelah resmi dinyatakan pindah partai dari Partai Golkar ke Partai NasDem, Senin (5/7/2021) kemarin terlihat hadir mendampingi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hulu Rezita Meylani-Junaidi Rachmat di Kantor Gubernur Riau, serta ikut bertandang ke ke Kantor DPW Partai NasDem Riau.

Ketua Bapilu Nasdem Riau, Dedi Harianto Lubis, mengatakan bahwa kehadiran dua tokoh Riau tersebut memang murni untuk mendampingi Rezita - Junaidi.

"Memang kalau Atuk Annas Maamun, datang mendampingi Rezita - Junaidi. Tidak ada pembicaraan serius dan khusus untuk beliau. Namun memang ketika ditanya, beliau mengiyakan telah memiliki KTA Nasdem. Jadi beliau juga tadi datang ke Nasdem sebagai kader Nasdem yang baru bergabung," kata Dedi.(ckp)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat