MENU TUTUP

KPU: Waktu Paling Moderat untuk Pemilu adalah Maret 2024

Kamis, 23 September 2021 | 11:13:10 WIB
KPU: Waktu Paling Moderat untuk Pemilu adalah Maret 2024

GENTAONLINE.COM - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy'ari, menilai, waktu pemungutan suara Pemilu yang paling moderat ialah Maret 2024. Alasannya, Pilkada akan digelar pada November 2024 dan partai politik yang dapat mendaftarkan pasangan calon kepala daerah harus memenuhi ketentuan syarat perolehan kursi berdasarkan hasil perolehan suara sah pemilihan anggota DPRD provinsi maupun kabupaten/kota di Pemilu 2024.

"Kalau coblosannya April kan problematik, oleh karena itu sebetulnya yang moderat Maret 2024," ujar Hasyim dalam diskusi daring bertajuk Persiapan Pengawasan Pemilu 2024, Rabu (22/9).

Dia menyarankan, waktu tersebut setelah berkaca pada pelaksanaan Pemilu 2019 dan Pilkada 2020. Pemilu 2019 dengan pemungutan suara digelar April, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai perselisihan hasil Pemilu baru diucapkan pada pekan pertama Agustus 2019.

Hasyim mengkhawatirkan pola tersebut akan kembali terjadi pada Pemilu 2024, belum lagi jika banyak sengketa hasil pemilihan legislatif tingkat DPRD yang dikabulkan MK dengan perintah pemungutan atau penghitungan suara ulang. Hal ini tentu akan memakan waktu dan berisiko terhadap kepastian hukum syarat pencalonan pilkada jalur partai.

Sebab, pendaftaran pencalonan jalur partai politik pada Pilkada 2024 sudah harus dibuka sekitar Agustus karena pencoblosan digelar November. Hal ini mengacu pada Pilkada 2020 di mana tahapan pendaftaran pencalonan pilkada dibuka September untuk jadwal pemungutan suara Desember.

Hasyim berharap, sengketa hasil Pemilu bisa selesai sebelum Agustus ketika pemungutan suara Pemilu 2024 dilaksanakan Maret. Setidaknya akhir Juli sudah ada kepastian hukum mengenai partai politik mana saja yang memenuhi syarat perolehan kursi bisa mendaftarakan pasangan calon kepala daerah.

"Sekitar akhir bulan Juli atau awal bulan Agustus sudah diketahui kepastian hukum tentang partai apa dapat berapa kursi dan di mana sebagai persiapan persyaratan pencalonan di pilkada," kata Hasyim.(rep)
 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar