MENU TUTUP

Gubernur Riau Ajak Musisi Jalanan Makan

Senin, 29 November 2021 | 08:34:52 WIB
Gubernur Riau Ajak Musisi Jalanan Makan

GENTAONLINE.COM - Lantunan suara merdu dari musisi jalanan di salah satu rumah makan Jalan Hangtuah, Kota Pekanbaru, ternyata menarik perhatian Gubernur Riau, Syamsuar. Baru satu lagu dilantunkan, Riko diminta berhenti dan makan dulu.

“Mari makan dulu, nanti lanjut lagi nyanyinya,” ajak seseorang yang ternyata adalah Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar yang tengah menikmati makan siang di sana, Sabtu (27/11/2021).

Sementara itu, Riko, sang pengamen yang diajak makan itu tampak malu-malu karena dia mengenali sosok yang mengajak makan tersebut adalah seorang Gubernur Riau.

 

Usai makan, Gubri mengajak Riko bercerita tentang latar belakang kehidupannya. Pemuda itu pun menceritakan ihwal kenapa dia menjadi seorang pengamen.

Pilihan menjadi musisi jalanan dikarenakan imbas dari tekanan ekonomi. Orang tuanya berpisah, sang ayah merantau ke Batam, sedangkan Ibunya berprofesi menjadi buruh cuci harian di kabupaten Indragiri Hilir. Sebagai anak sulung, Riko terpaksa turut berjuang menghidupi 3 orang adiknya yang tengah bersekolah di kampung halaman dari hasil bernyanyi di jalanan.

Lebih lanjut diceritakan oleh Riko, dirinya hanya berhasil menamatkan pendidikan hingga SMP. Sempat mengenyam pendidikan di SMK, namun harus ditinggalkannya untuk kemudian memilih mencari pekerjaan. Berbagai lamaran pekerjaan telah disebarkannya ke beberapa tempat kerja, tetapi dikarenakan kondisi pandemi, panggilan pekerjaan itu tak kunjung datang.

Kisah Riko ini membuat H. Syamsuar terenyuh, hal ini dirasakannya karena pernah mengalami hidup susah seperti pemuda itu. Setelah tamat dari Sekolah Menengah Atas, H. Syamsuar memilih merantau ke Sawahlunto di Provinsi Sumatera Barat dan bekerja sebagai buruh tambang di sana selama 3 tahun. Hal ini ditempuhnya karena saat itu kondisi ekonomi yang memprihatinkan.

 

Dari pengalaman inilah H. Syamsur secara spontan membantu Riko dari segi ekonomi dan juga pendidikan.

Sejenak pemuda itu terdiam dan tertunduk. Matanya mulai berkaca mendengar tawaran itu.

“Ya Allah, Pak, Saya tak tau harus bilang apa. Saya mengadu nasib ke Pekanbaru mencari pekerjaan belum dapat hingga akhirnya mengamen,” ucap Riko dengan terbata-bata.

“Yang penting Riko bisa mendapat rejeki yang halal, mengirim rejekinya ke ibunya di kampung, dan insyaAllah pendidikannya kita bantu agar ke depan sudah punya bekal untuk menjadi lebih baik,” ucap Gubri.

Peristiwa langka itu menarik perhatian Pak Mas, pemilik rumah makan itu. Iya mengaku merinding menyaksikan interaksi Gubernur Riau dengan musisi jalan tersebut.

“Merinding saya bagaimana Pak Syam (H. Syamsuar) secara tulus melayani masyarakat. Tak ragu dia mengajak rakyatnya makan semeja dengannya, tak terkecuali seorang musisi jalanan. Bahkan beliau juga menjamin ekonomi dan pendidikannya," ucap Pak Mas.

H. Syamsuar sendiri merupakan langganan di rumah makan itu sejak masih menjadi Bupati Siak. Tidak hanya Riko yang mendapat rezeki siang itu, Gubri H Syamsuar juga menraktir seluruh pengunjung yang tengah menikmati hidangan khas melayu di rumah makan tersebut.(rmc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar