MENU TUTUP

Banyak Gelper di Pekanbaru tak Bayar Pajak, Bapenda Harus Bertindak

Rabu, 15 Januari 2020 | 10:01:14 WIB
Banyak Gelper di Pekanbaru tak Bayar Pajak, Bapenda Harus Bertindak

GENTAONLINE.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru diduga mengalami ''kebocoran'' pemasukan dari pajak dan restribusi yang tidak terpungut di gelanggang permainan dan tempat hiburan yang tersebar di beberapa ruas kota.

Banyak gelper diduga tidak membayar karena tidak adanya pengawasan dan penegakan hukum yang tegas dari otoritas pemungut seperti Bapenda.

''Kita minta Bapenda turun ke lapangan. Kalau perlu, periksa satu persatu objek pajak bandel ini. Bukan hanya Gelper, tapi objek pajak lainnya seperti usaha kuliner dan lain-lain,'' ujar Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri, Selasa (14/1/2020).

Untuk objek pajak yang bandel, tambahnya, Bapenda harus segera melakukan penindakan dengan melibat aparat hukum baik kejaksaan maupun Satpol PP.

''Kita ingin ada azas keadilan dalam pemungutan pajak dan retribusi. Tidak bisa hanya satu dua Gelper saja yang membayar pajak, tapi seluruhnya,'' tegasnya. (grc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar