MENU TUTUP

Dewan Kampar Bersama IWO Kunjungi Junaidi, Penderita Penyakit Aneh di Kampar

Rabu, 13 Desember 2017 | 17:14:36 WIB
Dewan Kampar Bersama IWO Kunjungi Junaidi, Penderita Penyakit Aneh di Kampar Anggota DPRD Kampar dan Ketua IWO Kunjungi Warga yang Menderita Penyakit Aneh di Desa Limau Manis.

GENTAONLINE.COM-Iba, itulah kata yang pantas untuk menggambarkan kondisi Junaidi, warga RT 02 RW 01 Dusun 1 Desa Limau Manis Kecamatan Kampar yang menderita penyakit aneh yang membuat perkembangan fisiknya tak seperti usianya yang sudah 20 tahun dan tak bisa berkomunikasi alias bicara.

Didampingi Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kampar Mirdas Aditya, beserta beberapa orang awak media, Syahrul Aidi Lc MA Anggota DPRD Kampar Komisi II, Rabu pagi (13/12) berkunjung ke rumah Junaidi yang tinggal bersama kakeknya Muhammad Ali (80 tahun) dan neneknya Khairia (70 tahun).

Menurut Khairia, cucunya ini mulai menderita penyakit aneh sejak umur tiga bulan dan setelah itu perkembangan fisiknya tak normal hingga saat ini seperti tubuh balita dan tak bisa bergerak sedikitpun. "Yang kita lihat hanya ketawa dan tangisannya,” ungkap neneknya.

“Ibu Junaidi sudah meninggal disaat ia masih bayi dan ayahnya pun pergi meninggalkannya. Dulu pernah dilakukan pengobatan secara alternatif dan medis, namun karena keterbatasan dana membuat kami pasrah,” ujarnya.

Ditambahkan Kairia, untuk kebetuhan sehari-hari pihaknya hanya bergantung dari pemberian pamannya yang berpropesi sebagai petani karet. Junaidi juga memakai pempers bayi, saat ini Junaidi mendapat bantuan dari Dinsos Rp300 ribu perbulan.

Sementara itu, Syahrul Aidi sangat menyayangkan hal seperti ini yang sudah berlangsung lama dan tak ada perhatian sedikitpun dari pihak terkait, padahal ini adalah tanggung jawab bersama.

Syahrul meminta kepada RT, RW agar bersinergi dengan perangkat Desa dan yang terpenting Kades harus cepat tanggap untuk membantu warganya yang membutuhkan.
"Apalagi ini menyangkut keberlangsungan kehidupan seseorang. Petugas medis yang bertugas di daerah ini hendaknya bisa lebih proaktif dan menjemput bola, kita berharap kejadian seperti ini jangan sampai terus terulang lagi," pintanya.

Sementara itu, Ketua IWO Kampar Mirdas Aditya dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa, pihaknya akan berupaya untuk mempublikasikan keberadaan Junaidi yang malang ini, sehingga nantinya terekspos dengan baik dan membuka pintu hati pemerintah untuk memberikan bantuan.

"Memang kita sangat iba sekali melihat adik kita ini, sekiranya pemerintah maupun donatur yang memiliki rezeki melimpah, untuk sama-sama membantu adik kita ini agar mendapatkan pengobatan dengan baik," ajak Mirdas. (*)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Sungai Buluh Tak Kunjung Progres, LSM KPKN Pertanyakan SOP Kejati Riau

2

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

3

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

4

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

5

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

6

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

7

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

8

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

9

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak