MENU TUTUP

Atas Persekusi UAS, Berikut 3 Sikap dari GMMK Riau

Jumat, 29 Desember 2017 | 18:29:12 WIB
Atas Persekusi UAS, Berikut 3 Sikap dari GMMK Riau

GENTAONLINE.COM-Aksi penolakan serta dugaan persekusi yang dilakukan beberapa oknum kepada Ustaz Abdul Somad (UAS) di beberapa lokasi berbeda menuai kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya, Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) Riau yang menyayangkan dan khawatir atas tindakan tersebut.

Ketua GMMK Riau, Yana Mulyana mengatakan bahwa aksi penolakan terhadap UAS itu sangat memprihatinkan. Padahal tidak ada yang perlu ditakutkan dari ceramah UAS tersebut. "Kami di sini bukan berniat menjadi pengekor, tapi konsen dengan yang terjadi pada UAS. Seperti penolakan otoritas Hongkong tanggal 23 Desember 2017 kemarin dengan alasan yang tidak jelas" terang Yana kepada wartawan di aula Masjid Al Falah Pekanbaru, Jum'at, 29 Desember 2017.

Yana menambahkan, GMMK meminta kejelasan mengenai penolakan otoritas Hongkong, tindakan persekusi di Bali dan pembatalan ceramah UAS di PLN Jakarta yang telah disiapkan sejak enam bulan yang lalu.
"Kita berharap sebagai umat islam, ke depannya jangan sampai lagi nanti ada ulama-ulama yang dinistakan, dipersekusi dan dibatasi ruang geraknya" harapnya.

Sementara itu, Penasehat hukum GMMK Riau, Bambang H Rumnan menyatakan dengan tegas tiga sikap atas tindakan tersebut. Pertama, mempertanyakan tentang laporan umat islam yang telah disampaikan baik di Mabes Polri maupun di Polda Metro Jaya. Kedua, meminta agar pemerintah melakukan sikap dan komitmen dalam melindungi warga negaranya. "Pengusiran UAS di Hongkong ini masalah warga negara yang wajib dilindungi pemerintah. GMMK Riau sudah membuat surat yang akan dilayangkan kepada otoritas Hongkong melalui kementrian luar negeri duta besar Republik Rakyat Cina di Indonesia" jelasnya.

ketiga adalah mengimbau agar tidak ada lagi dan menghentikan semua peristiwa-peristiwa yang terjadi kepada UAS. "Peristiwa pembatalan ceramah UAS di PLN Jakarta membuat kami masyarakat Riau khawatir. Kami menduga ada suatu peristiwa besar yang seolah UAS ini ditakuti" sebutnya.

Bambang menduga ada suatu kekuatan yang memainkan peranan tersebut. Padahal UAS berceramah itu untuk mempersatukan umat. "Jadi kami mengimbau hentikan peristiwa-peristiwa seperti ini" tutupnya.

Tampak hadir, Ulama besar Riau Ust. H. Mustafa Umar, Presidium KAHMI Riau M. Sahal, Ketua PETA Riau Bambang dan pimpinan ormas/okp lainnya. (*)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat