MENU TUTUP

Gula atau Garam yang Lebih Berbahaya ?

Senin, 01 Januari 2018 | 20:41:24 WIB
Gula atau Garam yang Lebih Berbahaya ?

GENTAONLINE.COM-Konsumsi gula dan garam dalam jumlah berlebih merupakan asal mula berbagai penyakit berbahaya. Ini karena gula berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes, sedangkan garam berlebihan dihubungkan dengan hipertensi alias tekanan darah tinggi.
 
Garam dan gula memang sama-sama dibutuhkan oleh tubuh. Sebagai contoh, gula diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan energi. Sementara garam dibutuhkan oleh otot untuk dapat berkontraksi. Namun jika dikonsumsi dalam jumlah tidak tepat, baik gula maupun garam dapat mendatangkan berbagai penyakit mematikan.
 
Garam vs gula, mana lebih berbahaya?
 
Gula yang berbahaya bagi kesehatan adalah gula halus dan gula tambahan, seperti pada camilan atau minuman kaleng. Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan obesitas. Tak hanya itu, gula yang dikonsumsi dalam jumlah tidak wajar juga dapat menyebabkan resistensi hormon insulin, yang dapat berakhir pada kondisi diabetes melitus. Lebih jauh, gula berlebih juga dapat meningkatkan risiko glaukoma, gagal ginjal, serangan jantung dan strok.
 
Parahnya lagi, mengonsumsi fruktosa (salah satu jenis gula) secara berlebih juga dapat membebani organ hati, sehingga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit perlemakan hati, dan gagal jantung.
 
Bagaimana dengan garam? Garam dibutuhkan untuk mengatur cairan tubuh, dan menjaga hubungan elektrik antar sel tubuh tetap baik. Namun mengonsumsi garam berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan dalam jangka panjang. Memang, hubungan langsung garam dan hipertensi masih belum dapat dibuktikan. Tapi, pada orang yang lebih sensitif terhadap garam –misalnya pada mereka yang berusia di atas 50 tahun, dan yang sudah memiliki hipertensi– sebaiknya menghindari konsumsi garam berlebih.
 
Garam dapat menyebabkan tubuh menyimpan lebih banyak cairan, sehingga membebani pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, gangguan ginjal maupun penglihatan.
 
Jika dikonsumsi ditinjau dari segi kesehatan, gula lebih berbahaya dibandingkan garam. Ini karena jurnal dari Diabetology & Metabolic Syndrome menemukan bahwa gula juga dapat meningkatkan efek negatif dari garam.
 
Meski gula dan garam dapat menyebabkan sederet dampak bahaya, bukan berarti Anda harus menghindari keduanya sama sekali. Yang harus Anda lakukan adalah membatasi konsumsinya agar tidak berlebihan.
 
Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa batas aman konsumsi gula adalah 50 gram atau (4 sendok makan) per hari. Sedangkan batas aman konsumsi garam adalah 5 gram atau (1 sendok teh) per sehari. Yuk, mulai cermat membatasi asupan gula dan garam yang masuk ke dalam tubuh. Dengan demikian, kesehatan tubuh Anda dapat lebih terjaga. (*)
 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan