MENU TUTUP

Geliat Bisnis Pakaian Bekas di Pasar Kodim Terus Menggeliat

Jumat, 22 September 2023 | 02:56:46 WIB
Geliat Bisnis Pakaian Bekas di Pasar Kodim Terus Menggeliat

GENTAONLINE.COM - Pemerintah pusat melarang aktivitas bisnis ilegal penjualan baju bekas impor karena dinilai dapat merusak pasar dan juga mengganggu penjualan produk UMKM. Larangan impor pakaian bekas tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (permendag) No. 40 Tahun 2022 tentang Perubahan Permendag No.18 Tahun 2021 tentang barang dilarang ekspor dan dilarang impor.

Namun para penjual pakaian bekas di Pasar Kodim Pekanbaru sepertinya tak menghiraukan hal tersebut. Mereka tetap berjualan seperti biasanya. Para pedagang masih berjualan di toko-toko yang tepatnya berada di lantai 3, semuanya terlihat berjalan normal.

Pasar Kodim yang menjadi pusat penjualan baju bekas (thrifting) terletak di Jalan Teratai, Padang Bulan, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru. Pasar ini adalah pasar yang paling ramai dikunjungi bagi mereka yang hendak berburu berbagai jenis barang bekas, terutama baju bekas. Harganya bervariasi mulai dari Rp10 ribu sampai dengan ratusan ribu rupiah, tergantung kualitas dan mereknya.

“Kalau harga ya macam-macam, tergantung pembelinya cocok apa enggak, tapi kebanyakan pembeli, mereka ga terlalu mikirin harga soalnya mereka lebih mentingin kualitasnya," ucap Tari, Kamis (14/9/2023) salah satu pedagang pakaian bekas.

Ketika ditanya mengenai peraturan pemerintah yang melarang penjualan baju bekas impor, pedagang disana tidak setuju akan kebijakan tersebut dan berharap agar peraturan itu dihilangkan karena jual beli barang bekas sudah menjadi mata pencaharian mereka sejak lama. Mereka akan kehilangan pekerjaan mereka jika dilarang berjualan barang bekas.

“Harapan saya jangan dilarang-larang lah, rezeki kan sudah ada yang ngatur, kalau dilarang nanti kami gak tau mau kerja apa," tambahnya.

Pengunjung disana mengaku tidak setuju tentang pelarangan penjualan baju bekas, karena thrifting adalah cara mereka untuk mendapatkan barang yang kualitasnya bagus dengan harga yang murah.

“ Ya jelas gak setuju, harusnya pemerintah gak melarang thrifting sih, soalnya kan ini menolong rakyat menengah kebawah banget yang gak bisa beli barang mahal. Kalau thrifting kita bisa dapat barang bagus sama harganya juga murah," ujar Tasya, salah satu pengunjung Pasar Kodim.(rdr) 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

2

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

3

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

4

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

5

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

6

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

7

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

8

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak

9

Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho Menyerahkan Bantuan Motor Kepada Ayah Disabilitas Karena Motornya Dicuri Saat Parkiran