Wakil Ketua DPRD Kampar Emosi Ditanya Soal Irwan Saputra, Muncul Isu Dugaan Setoran ke Elite PAN

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:41:57 WIB
Wakil Ketua DPRD Kampar Emosi Ditanya Soal Irwan Saputra, Muncul Isu Dugaan Setoran ke Elite PANi Foto:

KAMPAR – Sikap Wakil Ketua DPRD Kampar, Zulpan Azmi, menjadi sorotan publik setelah menunjukkan reaksi emosional saat ditanya wartawan terkait keberadaan anggota dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN), Irwan Saputra, yang disebut-sebut sudah lama tidak masuk kantor.

Peristiwa itu terjadi di sekitar Mushola DPRD Kampar, Senin siang (23/2/2026). Saat dikonfirmasi terkait absennya Irwan, Zulpan dengan nada tinggi mempertanyakan kepentingan pertanyaan tersebut. Ketika wartawan menyebut hal itu untuk kepentingan publik, respons yang diberikan dinilai bernada emosional.

Sikap tersebut menuai kritik dari Ketua LPPNRI Kabupaten Kampar, Daulat Panjaitan. Ia menyayangkan respons pimpinan DPRD yang dinilai tidak mencerminkan sikap pejabat publik.

“Anggota DPRD adalah pejabat publik. Wajar jika media mempertanyakan kinerjanya, apalagi terkait dugaan persoalan hukum,” tegas Daulat.

Irwan sebelumnya dikabarkan tersangkut persoalan kredit KUR di Bank BNI KCP Bangkinang. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari yang bersangkutan terkait status dan keberadaannya.

Di sisi lain, beredar pengakuan yang disebut berasal dari Irwan mengenai proses pencalonannya sebagai anggota DPRD dari PAN. Dalam pengakuan tersebut, ia menyebut bahwa untuk mendapatkan kursi legislatif tidaklah mudah dan memerlukan berbagai kontribusi, mulai dari pembelian nomor urut hingga sumbangan lainnya. 

Bahkan, muncul dugaan adanya setoran kepada oknum elite partai di tingkat daerah diduga uang hasil korupsi BNI dari KUR fiktif.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada bukti resmi maupun proses hukum yang membuktikan adanya aliran dana kepada pihak tertentu, termasuk dugaan keterlibatan Zulpan. Tuduhan tersebut masih sebatas klaim yang memerlukan pembuktian lebih lanjut.

Pengamat menilai, transparansi dari semua pihak sangat diperlukan untuk menghindari spekulasi liar. Sebagai pimpinan lembaga legislatif sekaligus ketua partai di daerah, Zulpan diharapkan dapat memberikan klarifikasi terbuka guna menjawab berbagai pertanyaan publik.

Upaya konfirmasi lanjutan kepada Zulpan dan Irwan masih terus dilakukan. Prinsip praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap. (lelek)

Tulis Komentar