Mahasiswa Persada Bunda Taja Seminar Dengan Tema "Personality Development & Soft Skill di Era Gen Z" Sukses Digelar
Foto:
Gentaonline.com. PEKANBARU – Menghadapi era disrupsi digital yang dinamis, pengembangan karakter dan kompetensi non-teknis menjadi kunci utama bagi generasi muda agar mampu bersaing. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Persada Bunda sukses menggelar Seminar Nasional bertajuk "Personality Development & Soft Skill di Era Gen Z" yang bertempat di ruang aula utama.
Acara yang diprakarsai oleh keluarga besar kampus—termasuk dukungan dari PB KOM 23—ini dirancang khusus untuk membedah strategi jitu bagi Generasi Z dalam membangun personal branding, kemampuan komunikasi interpersonal, hingga kecerdasan emosional (EQ).
Di era di mana teknologi berkembang pesat, kemampuan adaptasi serta growth mindset menjadi pembeda utama yang dicari oleh industri kerja.Berdasarkan pantauan di lokasi, ruang seminar dipadati oleh barisan kursi peserta yang tertata rapi menghadap ke panggung utama. Di area latar panggung, terpasang spanduk besar kegiatan yang menampilkan narasumber, didampingi bendera Merah Putih serta bendera organisasi institusi penyelenggara yang berdiri tegak.
Di sisi kanan panggung, sebuah layar proyektor juga diaktifkan untuk menampilkan materi presentasi guna mendukung pemaparan visual yang interaktif. Dukungan Penuh Para Mitra SponsorKeberhasilan dan kelancaran sarana edukasi bagi mahasiswa ini tidak lepas dari sinergi dan dukungan penuh dari berbagai pihak instansi, perusahaan, serta pelaku usaha.
Pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada jajaran sponsor yang telah menyukseskan acara ini, di antaranya: EMP (Energi Mega Persada) & SKK MigasFitbarPT PersadaPangkalan Keramik (Ganiat Group) NulifeG (Logo Inisial G) Meantai.id, O'live Milk.
Dalam sesi pemaparan materi, para narasumber menekankan bahwa Gen Z memiliki potensi digital yang sangat besar. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan soft skills yang kuat seperti kepemimpinan, manajemen waktu yang efektif, serta kemampuan problem solving yang kreatif.Seminar berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Para peserta memanfaatkan momen ini secara aktif untuk berkonsultasi mengenai hambatan - hambatan pengembangan diri serta kecemasan dalam mempersiapkan jenjang karier di masa depan.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, diharapkan para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan teoritis, melainkan juga langkah praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun profesional guna menjadi agen perubahan yang unggul dan berkarakter. Ungkap Sartika, S.Sos.,M.I.Kom kepada media.
Rls